berita

Unjuk Rasa Buruh di Morowali Melejit, Kericuhan Pecah dan Tuntutan Hak Dasar

Kamis, 20 Februari 2025 | 14:55 WIB
Buruh SPIM-KPBI unjuk rasa di depan IMIP, Morowali, tuntut perbaikan K3, penghentian union busting, dan fasilitas khusus perempuan.

Sulawesitoday - Unjuk rasa buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Industri Morowali Kongres Pergerakan Buruh Indonesia (SPIM-KPBI) berlangsung di depan gerbang PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (20/2/2025).

Aksi yang mengusung tema "Rebut Kedaulatan Kelas Pekerja" ini menampakkan ambisi tinggi untuk menuntut pemenuhan hak dasar pekerja di tengah situasi industri yang dinamis.

Insiden kericuhan mewarnai jalannya unjuk rasa ketika suasana berubah tegang akibat bentrokan antara pengunjuk rasa dan petugas keamanan.

Situasi memuncak ketika sejumlah pendemo saling dorong, sehingga seorang di antaranya mengalami luka yang cukup serius dan harus segera dilarikan ke Klinik PT IMIP guna mendapatkan perawatan medis.

Meskipun begitu, orasi masih berlanjut di depan kantor pusat IMIP, mempertegas pesan dan tuntutan dari para buruh.

Kelima tuntutan pokok yang disampaikan oleh para pendemo mencakup:

  1. Peningkatan Manajemen K3: Mendesak perbaikan prosedur keselamatan kerja setelah terjadi dua kasus kematian pekerja akibat kelalaian.
  2. Penghentian Union Busting: Menuntut agar praktik pemecatan dan penggantian pekerja yang merugikan segera dihentikan, serta rekrutmen kembali saudara Anwar sesuai rekomendasi Disnakertrans.
  3. Larangan Mutasi Sepihak: Menuntut kebijakan yang melarang pemindahan pekerja tanpa melalui dialog dan kesepakatan bersama.
  4. Fasilitas Khusus Perempuan: Meminta penyediaan ruang laktasi, transportasi yang aman, dan penyederhanaan mekanisme cuti haid.
  5. Penindakan terhadap LPTKS Nakal: Mendesak tindakan tegas bagi perusahaan pelaksana tenaga kerja kontrak yang melanggar hak-hak pekerja.

Keterangan resmi dari pihak keamanan menyebutkan bahwa meskipun terjadi kericuhan, pihak berwenang berupaya meredam situasi dengan cepat.

Perwakilan SPIM-KPBI mengimbau agar aksi ini tetap kondusif dan mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian.

Baca Juga: Petani Molino Tuntut Ganti Rugi 610 Hektare, Protes Damai di Kantor PT Penta

Sebagai respons atas kericuhan, perwakilan pendemo telah meminta massa untuk kembali beraktivitas normal sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari pimpinan pusat dan tim terkait.

Aksi unjuk rasa ini, meskipun diwarnai oleh insiden kericuhan, mencerminkan semangat perlawanan buruh untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan hak dasar.

Harapan bersama terpatri bahwa tuntutan ini akan segera mendapatkan perhatian dan langkah nyata dari pihak manajemen PT IMIP, demi terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman, adil, dan manusiawi.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Terkini