Sulawesitoday - Insiden yang mengejutkan di perairan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, tiga nelayan dilaporkan hilang setelah perahu yang mereka naiki tenggelam karena diterjang ombak besar.
Kejadian yang terjadi di perairan Kecamatan Biau pada Jumat (21/3) siang ini menuai duka dan kekhawatiran, terutama di tengah kondisi cuaca yang mendadak berubah.
Menurut informasi yang diterima dari masyarakat setempat, tiga korban yang hilang diketahui bernama Samsuddin (38), Muhlis (48), dan Sudirman (40). Mereka awalnya berangkat bersama sejumlah nelayan lainnya untuk mencari rezeki dari hasil tangkapan laut.
Namun, tiba-tiba cuaca berubah drastis. Hujan deras disertai angin kencang dan ombak besar mulai menggulung, membuat kondisi laut menjadi sangat berbahaya.
“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa terjadi insiden tenggelamnya perahu, yang menyebabkan beberapa nelayan hilang di tengah lautan,” ujar Kepala Kantor Basarnas Palu, Muh Rizal, kepada wartawan pada Sabtu (22/3).
Ia menambahkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, terjadi tiga perahu yang tenggelam akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Saksi yang berada di lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan dengan mendekati perahu yang terbalik, namun karena intensitas badai yang mengamuk, mereka terpaksa mundur dan kembali ke daratan untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Kondisi yang sangat berbahaya membuat saksi tidak mampu memberikan pertolongan secara langsung, sehingga mereka memilih untuk segera melaporkan situasi ini,” jelas Rizal.
Dalam upaya mencari keberadaan para korban, tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian yang berada sekitar 33,6 mil dari Pantai Buol. Personel SAR masih terus melakukan pencarian di tengah cuaca yang belum membaik.
Baca Juga: Kepemimpinan Bijak Nizar Rahmatu Redam Panasnya Musprov KONI Sulteng
Harapan pun terpatri agar upaya pencarian ini segera membuahkan hasil dan dapat menemukan korban dalam kondisi selamat.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan saat menghadapi perubahan cuaca ekstrem di tengah lautan, khususnya bagi para nelayan yang mengandalkan laut sebagai sumber mata pencaharian.
Masyarakat dan pihak berwenang pun dihimbau untuk senantiasa meningkatkan kesiapan dan pengawasan demi keselamatan bersama.