berita

1200 Hektare Mangrove Lenyap, Ini Seruan FKPAPT untuk Parigi Moutong yang Terluka

Selasa, 10 Juni 2025 | 21:58 WIB
Salah satu kegiatan penanaman dan monitoring mangrove yang dilaksanakan kelompok pecinta alam yang tergabung dalam FKPAPT Parigi Moutong. (Foto: FKPAPT Parigi Moutong)

“Kesadaran pribadi, seperti tak ikut terlibat merusak lingkungan dan sadar membuang sampah pada tempatnya, adalah langkah awal yang penting.” Sebuah tamparan halus bagi mereka yang kerap abai.

Sejak berdiri pada 4 Juni 2003, FKPAPT telah mengukir jejak panjang kampanye dan aksi nyata menjaga lingkungan. Dari gunung hingga pesisir, melalui media sosial, sosialisasi langsung ke masyarakat, hingga penanaman pohon.

Hingga kini, berbagai organisasi dan lembaga pegiat lingkungan yang tergabung dalam FKPAPT masih aktif. Ada program pelestarian anggrek di hutan Taopa Utara, juga mega proyek ‘Satu Juta Mangrove untuk Teluk Tomini’ yang sudah tersebar di banyak titik pesisir.

“Ini bukan hanya pelestarian, tapi juga pemulihan habitat alami biota laut yang terdampak krisis iklim,” tandas Leo.

Di tengah badai krisis iklim, Leo Chandra juga mengajak semua pihak menjadikan teknologi sebagai senjata andalan. Mulai dari kampanye digital, pengelolaan limbah lewat daur ulang canggih, pemantauan deforestasi via citra satelit, hingga filtrasi air dan sistem irigasi pintar.

Menurutnya, teknologi yang dimanfaatkan dengan tepat akan membuka jalan baru bagi efisiensi dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, FKPAPT terus mendorong lebih banyak organisasi, lembaga, kelompok, dan komunitas untuk merangkul teknologi ramah lingkungan dalam keseharian.

Baca Juga: Perjuangan Tipo Berbuah Manis, Gubernur Anwar Hafid Tutup Permanen Dua Tambang Perusak Lingkungan

“Pelestarian tak selalu harus dengan hal besar,” sebut Leo.

“Gunakan ulang, kurangi konsumsi plastik, dan tanam pohon di pekarangan adalah contoh kecil yang berdampak besar. Upaya menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Pemerintah sebagai regulator, masyarakat sebagai pelaksana, dan organisasi, lembaga, kelompok, serta komunitas sebagai penggerak.”

Pesan itu gamblang, menyentuh relung kesadaran, sebelum semuanya terlambat.

Halaman:

Tags

Terkini