berita

Delapan Karya SMPN 1 Palu Disematkan Hak Cipta oleh Kemenkum Sulteng

Senin, 23 Juni 2025 | 11:19 WIB
Kemenkum Sulteng serahkan 8 hak cipta ke SMPN 1 Palu. Bukti komitmen negara dukung inovasi guru dan siswa. Pelopor kreativitas di bangku sekolah!

Sulawesitoday - Denyut nadi kreatif di bangku sekolah makin kentara. Senin (23/6/2025) kemarin, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) membuktikan komitmennya dalam menyiram bibit-bibit inovasi pelajar, menyerahkan delapan sertifikat hak cipta kepada SMP Negeri 1 Palu.

Ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan negara atas kecerdasan yang mekar dari ruang-ruang kelas, dari tangan-tangan mungil yang mulai merajut masa depan.

Penyerahan sertifikat yang digawangi Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Nur Ainun, mewakili Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Palu, Yusri.

Saksinya, jajaran guru, siswa, dan staf sekolah, menjadi pemandangan yang mengharukan; bukti bahwa inovasi bukan lagi monopoli peneliti kelas kakap.

Delapan ciptaan yang kini bermahkotakan hak cipta itu bagai mozaik keragaman ide.

Ada "Pintu Ruang Ganti Otomatis Berbasis Sensor Passive Infrared Receiver", buah pikir empat pelajar: Try Seksa Wharif Hidayat, Arifah Zhahirah, Jenifer Anastasya L, dan Iffah Amaliyah.

Lalu, sentuhan pangan fungsional muncul dari "Pengembangan Gummy Candies Kelor" dan "Yoghurt Kelor Minuman Kesehatan Lambung", yang diotaki oleh Isnawati Nurdin bersama Mustafid Rasyid, Mutmainah, Vincentius Kevin, Jovina Julia, serta Try Seksa Wharid, Talitha Syifa, Giselle Laurencia, Aliyah Dzatil Himmah.

Kearifan lokal pun tak luput dari sorotan dengan “Potret Kearifan Lokal Masyarakat Kaili dalam Pemanfaatan Daun sebagai Wadah Pengawet Buah” oleh Isnawati Nurdin, Rahmat Hidayat, Ferdi, Nabilah Asfarash Shubhi, dan Chalilah Fikratuha.

Bahkan, ada riset ilmiah ringan seperti “Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Trembesi terhadap Pertumbuhan Tanaman” dari Isnawati Nurdin, Mustafid Rasyid, Muh Abiyyul Aufa, Muh. Akbar Ramadhan.

Aspek literasi sosial juga tampil, diwakili “Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Keamanan Pangan Siswa di SMPN 1 Palu” oleh Isnawati Nurdin, Try Seksa Wharid, Dwi Rahmat Fadilah, Muhammad Akbar, Darrel Matthew M, serta “Efektivitas Perspektif Choice Game dalam Mengoptimalkan Integrasi Sosial Siswa di SMPN 1 Palu” oleh Isnawati Nurdin, Ferdi, Nadya Carissa W, Maria Aurora.

Puncaknya, buku fiksi inspiratif "Jual Kakimu Ayah, Aku Mau Jadi Dokter” karya Emi Indra, turut menggenapi daftar panjang kreatifitas ini.

Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

“Ini bukan sekadar formalitas. Ini pengakuan negara atas kecerdasan anak-anak bangsa,” ujarnya penuh semangat.

Ia menegaskan, “Kami mengapresiasi semangat inovasi guru dan siswa SMPN 1 Palu yang telah membuktikan bahwa kreatifitas tidak mengenal batas usia maupun jenjang pendidikan. Harapan kami, ini jadi pelecut untuk terus berkarya.”

Halaman:

Tags

Terkini