berita

Polisi ambil sampel makanan keracunan massal 277 siswa di Salakan, Banggai

Jumat, 19 September 2025 | 20:44 WIB
Polres Bangkep tangani keracunan massal 277 siswa Salakan. AKBP Ronaldus koordinasi RS Trikora, kirim sampel ke Balai POM Palu

Sulawesitoday - Tragedi keracunan massal mendera dunia pendidikan Salakan. Ratusan tujuh puluh tujuh siswa dari berbagai jenjang pendidikan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan siang sekolah, Rabu (17/9/2025).

  • Bagaimana Respons Polres Bangkep Terhadap Insiden Ini?

Insiden ini memicu respons kilat dari Kepolisian Resor Banggai Kepulauan (Polres Bangkep). Kapolres Bangkep AKBP Ronaldus Karurukan langsung mengaktifkan protokol darurat. Koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah dan RS Trikora Salakan segera dijalankan.

"Kami bergerak cepat," tegas Kapolres dalam keterangannya. Tim penyelidik langsung mendatangi lokasi kejadian. Garis polisi dipasang di area penyedia makanan. Langkah preventif untuk menjaga integritas tempat kejadian perkara.

  • Langkah Penyelidikan Apa yang Dilakukan?

Penyelidikan komprehensif dimulai dengan pemeriksaan petugas Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG). Sampel makanan diamankan dengan prosedur forensik standar. Tidak ada yang luput dari perhatian petugas.

Balai POM Palu menjadi tujuan sampel makanan untuk uji laboratorium mendalam. Hasil uji ini akan menjadi kunci pengungkapan penyebab keracunan massal. Transparansi investigasi menjadi prioritas utama.

  • Bagaimana Kondisi Para Siswa Saat Ini?

Sementara itu, kondisi para korban menunjukkan perkembangan menggembirakan. Data terbaru RS Trikora Salakan mencatat 233 siswa telah diperbolehkan pulang. Kondisi mereka membaik signifikan setelah mendapat perawatan medis intensif.

Namun, empat puluh empat siswa masih memerlukan observasi lanjutan. Mereka menjalani perawatan di bawah pengawasan tim medis berpengalaman. Pemantauan ketat dilakukan 24 jam penuh.

  • Apa Komitmen Pihak Berwenang Ke Depan?

Kolaborasi solid antara Polres Bangkep dan Pemerintah Daerah terjalin erat. Komitmen bersama memastikan semua korban pulih total. Investigasi akan dilanjutkan hingga akar permasalahan terungkap tuntas.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan pangan di lingkungan sekolah. Keselamatan siswa tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Baca Juga: Sekolah dasar Negeri 4 Parigi Jadi Titik Awal Launching Kegiatan Makan Bergizi Gratis, Perangi Stunting

 

Tags

Terkini