berita

Tiga Musuh Bersama yang Mesti Dilawan Prabowo Agar Rakyat Solid di Belakangnya, Kata Konsultan Politik

Senin, 27 Oktober 2025 | 12:59 WIB
Pengamat politik ungkap strategi Prabowo hadapi tahun kedua: ciptakan tiga musuh bersama agar rakyat solid mendukungnya.

Sulawesitoday - Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi ujian berat. Masa bulan madu telah usai. Tahun kedua pemerintahannya dimulai dengan ekspektasi tinggi. Rakyat menunggu bukti. Bukan lagi janji manis.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, punya resep jitu. Prabowo harus menciptakan tiga 'common enemy'. Musuh bersama yang tegas. Jelas. Dan nyata di mata rakyat.

"Masa bulan madu sudah lewat," ujar Toto di Jakarta, Senin (27/10/2025). "Rakyat kini masuk fase penantian. Apakah seluruh janji politik akan terwujud?"

Pernyataan ini muncul setelah Prabowo beberapa waktu lalu menegaskan sikapnya. Ia tak akan mundur setapakpun melawan mafia dan koruptor. Keyakinannya bulat: rakyat bersamanya.

Tapi keyakinan saja tak cukup. Bukti konkret yang dibutuhkan. Langkah tegas yang kasat mata. Bukan sekadar retorika politik.

  • Siapa Saja Musuh Bersama yang Harus Dilawan?

Toto mengidentifikasi tiga musuh utama. Pertama, koruptor yang merampok uang rakyat. Kedua, mafia pangan dan energi yang mencekik ekonomi. Ketiga, pengkhianat negara dan antek asing yang mengancam kedaulatan.

"Tiga musuh ini harus jadi target jelas," tegas Toto. "Bukan Presiden versus rakyat. Tapi Presiden bersama rakyat versus para penjahat bangsa."

Strategi ini bukan cuma soal citra politik. Ini tentang membangun solidaritas nasional. Rakyat butuh figur yang berani. Pemimpin yang turun langsung ke medan perang.

Dalam isu kedaulatan negara, Toto tak meragukan keseriusan Prabowo. Sikapnya di forum internasional sudah membuktikan keberanian itu. Tegas. Tanpa kompromi. Tapi ada satu yang harus diwaspadai: antek asing di dalam negri.

"Mereka yang berkomplot dari dalam," kata Toto. "Itulah ancaman sesungguhnya bagi kedaulatan kita."

  • Apakah Perang Melawan Koruptor Sudah Efektif?

Sejumlah koruptor kakap memang sudah ditangkap. Berita penangkapan menghiasi media massa. Tapi Toto punya catatan kritis. Dibanding kerugian negara yang fantastis, penangkapan itu belum cukup ampuh mengobati harapan rakyat.

"Rakyat butuh lebih dari ini," ujar Toto. "Mereka ingin melihat tindakan yang benar-benar menggetarkan para pelaku korupsi."

Kerugian negara akibat korupsi mencapai triliunan rupiah. Angka yang mencengangkan. Tapi penangkapan masih terasa sporadis. Belum sistemik. Belum menyentuh akar masalahnya.

Rakyat menginginkan perang total. Bukan sekadar operasi tangkap tangan sesekali. Sistem yang membusuk harus dibongkar. Dari akar hingga ranting-rantingnya.

Halaman:

Tags

Terkini