berita

Cadangan Pangan Aman! Banjir Sumatera Tak Ganggu Produksi Padi, 4 Pesawat Dikerahkan untuk Distribusi Cepat Bantuan Darurat

Jumat, 28 November 2025 | 18:49 WIB
Banjir landa Sumatera tapi cadangan pangan tetap surplus. Pemerintah kirim 32.700 ton beras via 4 pesawat. Aceh surplus 871 ribu ton

Sulawesitoday - Pemerintah mempercepat pengiriman 32.700 ton beras dan 6.300 ton minyak goreng ke tiga provinsi terdampak banjir. Cadangan pangan nasional tetap surplus meski bencana melanda sejumlah kabupaten di Sumatera.

Banjir besar melanda Sumatera. Tiga provinsi lumpuh. Namun stok pangan tetap aman—bahkan surplus. Pemerintah bergerak cepat mendistribusikan bantuan darurat ke wilayah terdampak tanpa mengganggu ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan distribusi bantuan berjalan paralel dengan evaluasi cadangan pangan. Hasilnya mengejutkan: daerah terdampak justru memiliki surplus besar.

"Sumatera Utara dapat 16.000 ton beras dan 3.000 ton minyak goreng," ujar Amran dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025). "Sumatera Barat 6.700 ton beras, 1.300 ton minyak goreng."

Untuk Aceh, angkanya lebih besar. Sebanyak 10.000 ton beras. Ditambah 2.000 ton minyak goreng. Semuanya diambil dari stok lokal yang masih sangat kuat.

Benarkah Banjir Tidak Ganggu Produksi Padi?

Pertanyaan ini mengemuka setelah genangan air melumpuhkan sejumlah kawasan pertanian. Namun Amran menegaskan dampaknya minimal terhadap produksi komoditas strategis.

"Dampaknya kecil," tegas Amran dengan nada yakin. "Makanya kita punya cadangan. Cadangan kita sangat kuat di sana."

Data yang disampaikan Kementrian Pertanian memang meyakinkan. Aceh sendiri menyimpan surplus 871.000 ton beras—jauh melampaui kebutuhan bantuan darurat yang hanya 10.000 ton.

Pengeluaran bantuan dari stok daerah dinilai tidak mengganggu ketersediaan lokal. Bahkan setelah distribusi, Aceh masih menyisakan lebih dari 860.000 ton cadangan.

"Kita ada beras di Aceh," lanjut Amran. "Aceh surplus 871.000 ton. Keluarkan 10.000 itu dari Aceh sendiri."

Sumatera Utara juga dalam posisi serupa. Surplus cukup besar untuk menopang kebutuhan jangka pendek. Bahkan untuk penanganan darurat berkepanjangan sekalipun.

Kementan memobilisasi lintas instansi untuk percepatan distribusi. Bulog turun langsung. Satgas Badan Pangan Nasional (Bapan) bergerak. TNI turut mempercepat logistik di lapangan.

"Ada Bulog yang lengkap," kata Amran. "Ada Satgas Bapan, TNI. Tim ini segera turun ke lapangan."

Halaman:

Tags

Terkini