"Kami prioritaskan lansia dan balita," ungkap Rivai. Ia memastikan tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski begitu, kerugian material cukup signifikan. Perabotan rumah tangga rusak. Sebagian hasil panen ikan tambak juga hanyut.
Langkah Apa yang Diambil Pemerintah?
BPBD mengklaim telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Dinas Pekerjaan Umum diminta memeriksa kondisi tanggul eksisting. Beberapa titik tanggul mengalami kerusakan struktural. Perbaikan mendesak diperlukan sebelum gelombang pasang berikutnya datang.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga dijadwalkan turun langsung. Bupati berencana menggelar rapat koordinasi dengan kepala desa terdampak. Fokusnya: mencari solusi jangka panjang, bukan sekadar tambal sulam.
Namun, skeptisisme warga cukup kentara. Banyak yang mengeluh, janji perbaikan selalu bergulir. Kenyataannya, banjir rob tetap datang setiap musim. "Setiap tahun begini terus," ujar seorang warga Desa Labuan dengan nada frustrasi.
Rivai mengaku memahami keresahan warga. "Kami akan dorong pemerintah pusat untuk alokasi anggaran khusus," janjinya. Ia menyebut, pembangunan tanggul permanen dan sistem drainase yang baik adalah solusi terbaik. Tapi, semua itu butuh waktu dan dana besar.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat juga terus digenjot. BPBD mengadakan sosialisasi rutin tentang mitigasi bencana. Tujuannya, agar warga lebih siap saat bencana datang. Early warning system juga mulai diterapkan di beberapa titik strategis.