Nantinya, Kopdes Merah Putih yang akan membeli hasil tani mereka. Petani cukup bawa hasil panen ke gedung yang viral itu. Biar koperasi yang urus distribusi ke luar.
"Ke depan, koperasi bisa membeli hasil tani warga. Jadi petani tidak perlu jauh-jauh turun ke bawah," tambah Rudi.
Kini, gedung itu sudah berdiri. Masih bau cat. Pro dan kontra adalah bumbu. Memang, letaknya terlihat sunyi di kamera ponsel. Tapi bagi warga empat dusun di lereng Prau, gedung itu adalah harapan agar mereka tidak terus-menerus kalah oleh jarak.
Publik tinggal menunggu. Apakah koperasi ini benar-benar akan berdenyut, atau sekadar menjadi prasasti beton di tengah gunung.