berita

Cetak Sawah Baru Rp10 Miliar di Parigi Moutong Terancam Tambang Emas Ilegal

Senin, 15 Juni 2026 | 14:17 WIB
Proyek cetak sawah baru di Parigi Moutong terancam gagal total akibat aktivitas tambang emas ilegal. DPRD desak aparat hukum bertindak.

@sulawesitodaycom

Dana puluhan miliar rupiah dari pemerintah pusat untuk mencetak sawah baru di Kabupaten Parigi Moutong kini terancam sia-sia akibat serbuan aktivitas tambang emas ilegal. "Ini bukan hanya persoalan daerah, tetapi juga bentuk penghinaan terhadap program ketahanan pangan yang sedang diperjuangkan pemerintah pusat," kata Ketua Komisi I DPRD Parigi Moutong, Irfain, saat berbicara dalam Rapat Paripurna, Senin, 15 Juni 2026. Kawasan pertanian Desa Siaga di Kecamatan Tinombo Selatan yang menjadi sasaran proyek strategis Presiden Prabowo Subianto justru kini mulai dirambah oleh para penambang liar. "Jangan sampai ada pihak luar yang memanfaatkan masyarakat demi kepentingan bisnis pertambangan," ujar Irfain mendesak aparat hukum segera mengambil tindakan tegas di lapangan.

♬ suara asli - Menurut Sulawesitoday - Menurut Sulawesitoday

Sulawesitoday - Dana puluhan miliar rupiah dari pemerintah pusat untuk mencetak sawah baru di Kabupaten Parigi Moutong kini terancam sia-sia akibat serbuan aktivitas tambang emas ilegal.

"Ini bukan hanya persoalan daerah, tetapi juga bentuk penghinaan terhadap program ketahanan pangan yang sedang diperjuangkan pemerintah pusat," kata Ketua Komisi I DPRD Parigi Moutong, Irfain, saat berbicara dalam Rapat Paripurna, Senin, 15 Juni 2026.

Kawasan pertanian Desa Siaga di Kecamatan Tinombo Selatan yang menjadi sasaran proyek justru kini mulai dirambah oleh para penambang liar.

Irfain menilai kemunculan aktivitas tambang di zona hijau ini merupakan bentuk pembangkangan nyata terhadap program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah pusat sebelumnya sudah memplot area seluas 500 hektare di wilayah ini agar bisa menjadi lumbung pangan baru di Sulawesi Tengah.

Ironisnya, alat-alat berat dan aktivitas pengerukan ilegal kini mulai merusak bentang alam serta mencemari sumber air bersih milik warga sekitar.

Baca Juga: Warga Teriak Air SPAM Petasia Morowali Utara Keruh Lagi, Puluhan Ribu Orang Diduga Konsumsi Lumpur Tambang

Legislator ini juga mengendus adanya gerakan terselubung dari pihak tertentu yang memanfaatkan warga lokal untuk melegalkan tambang tersebut.

Aparat penegak hukum dan pemerintah daerah diminta tidak tunduk pada tekanan kelompok yang bergerak demi kepentingan bisnis pribadi.

"Jangan sampai ada pihak luar yang memanfaatkan masyarakat demi kepentingan bisnis pertambangan," ujar Irfain mengingatkan.

Sektor pertambangan dan kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan menurut aturan hukum tidak boleh saling tumpang tindih.

Langkah tegas dari aparat kepolisian kini sangat dinanti untuk memulihkan kembali kepercayaan publik yang mulai memudar.

Jika pembiaran terus terjadi, kawasan agraris ini diprediksi segera menghadapi bencana ekologis besar mulai dari gagal panen hingga konflik sosial.

Tags

Terkini