Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama jajaran Forkopimda meninjau langsung sejumlah lokasi yang terdampak bencana gempa bumi dan banjir pada Senin, 22 Juni 2026. Peninjauan dipimpin oleh Bupati H. Erwin Burase dan Wakil Bupati H. Abdul Sahid untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, serta puluhan rumah warga di beberapa kecamatan.
Dampak Gempa dan Banjir Parigi Moutong
Berdasarkan data terbaru dari Posko Induk BPBD Kabupaten Parigi Moutong, jumlah kerusakan rumah akibat gempa bumi mengalami kenaikan signifikan dari laporan awal. Sementara itu, banjir yang melanda wilayah tersebut sempat membuat ratusan warga mengungsi sebelum akhirnya air surut.
Rincian Dampak Kerusakan Gempa
Data terbaru mencatat ada 92 unit rumah warga yang dinyatakan rusak akibat guncangan gempa bumi. Angka ini melonjak tajam dibanding laporan awal yang awalnya hanya mencatat 11 unit rumah saja. Karena potensi perubahan data masih ada, pemerintah daerah tetap membuka posko pelaporan di tingkat desa agar warga yang rumahnya baru terdata rusak bisa segera melapor.
Rincian Dampak Banjir
Luapan air banjir kali ini merendam pemukiman dan berdampak pada 402 kepala keluarga atau sekitar 903 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4 kepala keluarga yang terdiri dari 110 jiwa sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beruntung, saat ini seluruh pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing karena genangan air di pemukiman telah surut.
Sebaran Wilayah dan Kerusakan Fasilitas
Data Pusdalops BPBD Parigi Moutong menunjukkan luasan dampak banjir tersebar di 12 desa. Wilayah terdampak ini berada di dalam cakupan lima kecamatan, yaitu Kecamatan Parigi, Parigi Barat, Parigi Selatan, Torue, dan Balinggi.
Baca Juga: Banjir Rendam 5 Kecamatan di Parigi Moutong, Infrastruktur dan Ratusan Hektare Lahan Rusak
Titik Peninjauan dan Kondisi Lapangan
Saat turun ke lapangan, rombongan bupati melihat langsung jembatan di Desa Lobu Mandiri yang rusak parah karena dihantam arus sungai yang deras. Kondisi serupa juga terlihat di Desa Tolai Induk, di mana jembatan utamanya sudah kritis dan hampir ambruk. Selain akses jalan, sektor pertanian juga terpukul akibat jaringan irigasi di Desa Dolago Padang rusak, serta pipa air ke sawah di Desa Masari ambruk total.
Pemerintah juga menyisir wilayah pemukiman untuk menyalurkan bantuan. Di Desa Pombolowo, bantuan sembako diserahkan kepada 54 kepala keluarga yang sempat mengungsi di musala. Sementara di Desa Lebagu, bantuan sembako diberikan kepada 11 kepala keluarga yang rumah dan saluran airnya terdampak banjir.
Langkah Prioritas dan Mitigasi Pemerintah
Bupati Erwin Burase menegaskan beberapa langkah cepat yang menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Penanganan difokuskan pada pemulihan fisik serta antisipasi dampak lanjutan terhadap masyarakat.
Ada empat hal penting yang kini sedang dikejar oleh pemerintah kabupaten:
Dinas Kesehatan diminta bergerak cepat untuk mengantisipasi munculnya penyakit yang biasa menyerang warga setelah banjir.
Tim teknis mulai mendata dan memperbaiki fasilitas umum yang rusak, terutama tanggul yang jebol agar banjir tidak terulang lagi.
Pemerintah menyiapkan jalur alternatif secepatnya supaya aktivitas warga tidak lumpuh total akibat jembatan yang rusak.