Sulawesitoday - Sistem barcode digital yang dibuat pemerintah sebenarnya bertujuan mulia, yaitu memastikan solar subsidi sampai ke tangan petani dan nelayan yang berhak di Kabupaten Parigi Moutong. Namun, secanggih apa pun sistem digital, tetap ada celah jika tidak disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
Belum lama ini, Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfres Masboy Tonggiroh, melontarkan sebuah ide menarik: distribusi solar subsidi harus dikontrol menggunakan kalender musim tanam.
Mengapa ide ini dianggap sebagai solusi paling ampuh untuk mengunci ruang gerak mafia BBM? Mari kita bedah bersama dengan bahasa yang sederhana.
Masalah Utama: Barcode Dianggap "Kartu Akses Tanpa Batas"
Saat ini, banyak orang salah paham dan mengira bahwa jika sebuah kelompok tani sudah memegang barcode, mereka bebas mengisi solar kapan saja dan berapa saja selama kuotanya masih ada.
Padahal, fungsi asli barcode adalah alat pengawasan, bukan jaminan pasokan tanpa batas sepanjang tahun. Di sinilah celah itu muncul. Ketika musim tanam selesai, petani sudah tidak membutuhkan banyak solar. Namun, karena barcode tersebut masih aktif dan memiliki sisa kuota, oknum nakal bisa memanfaatkannya untuk mencairkan solar subsidi di SPBU, lalu menjualnya ke pihak lain seperti industri atau tambang ilegal.
Baca Juga: Penyelewengan Barcode BBM Nelayan Parigi Moutong, Solar Subsidi Diduga Dialihkan ke Tambang Ilegal
Solusinya: Mengunci Barcode Lewat Kalender Musim Tanam
Pertanian bukanlah industri pabrik yang mesinnya bekerja konstan setiap hari dari Januari sampai Desember. Aktivitas pertanian sangat bergantung pada musim.
Secara umum, ada tiga fase kebutuhan solar petani:
-
Fase Pengolahan Lahan & Tanam: Kebutuhan solar sangat tinggi untuk traktor.
-
Fase Jeda Pemeliharaan: Sawah sudah ditanami, mesin istirahat selama 2—3 bulan. Kebutuhan solar turun drastis.
-
Fase Panen: Kebutuhan solar kembali melonjak untuk mesin pemanen dan truk angkutan.
Nah, solusi yang ditawarkan adalah mengintegrasikan sistem barcode dengan kalender musim di setiap desa.
Sebab, jadwal tanam antar-kecamatan atau antar-desa di Parigi Moutong itu berbeda-beda. Jika sistem mencatat bahwa Desa A sudah selesai melakukan masa tanam dan masuk fase jeda, maka secara otomatis hak penebusan solar subsidi volume besar pada barcode kelompok tani di desa tersebut akan dikunci atau dinonaktifkan sementara oleh sistem.
Apa Keuntungan Sistem Ini?
Jika Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong bekerja sama dengan Pertamina untuk menerapkan sistem pintar ini, ada dua keuntungan besar yang didapat: