Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengerahkan 2.027 personel Satuan Perlindungan Masyarakat untuk menghidupkan kembali pos ronda malam di seluruh wilayahnya. Langkah ini diambil guna membendung peredaran gelap narkoba serta mencegah kerusakan aset penting milik negara.
"Intinya, Siskamling ini untuk mengaktifkan kembali ronda malam guna mencegah maraknya peredaran miras, narkoba, dan berkeliarannya anak usia sekolah," ujar Kepala Bidang Linmas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Parigi Moutong, Ariesto, di Parigi, Senin (20/7/2026).
Patroli wilayah diperketat. Fokus utama menyasar area perkotaan dan fasilitas umum.
Aset daerah terancam rawan. Pemerintah lokal memberi perhatian khusus pada gedung publik.
"Dasarnya adalah arahan Bupati dan Wakil Bupati untuk mengawasi dua gedung baru yang saat ini belum digunakan , yakni Gedung Labkesmas, dan Gedung Layanan Perpustakaan Karena di dalamnya sudah ada fasilitas dan barang-barang, maka harus dipastikan tetap aman," jelas Ariesto.
Baca Juga: Reaksi Buntut Intimidasi Jurnalis, Hotman Paris Akhirnya Sampaikan Maaf Terbuka
Petugas bersiap penuh. Jadwal siaga ditetapkan setiap pekan.
Pengawasan menyasar titik rawan. Lima kelurahan perkotaan menjadi pusat pergerakan.
Fasilitas kesehatan dijaga ketat. Gedung baru membutuhkan pengamanan ekstra tinggi.
Perpustakaan daerah turut dipantau. Penyusupan pihak luar memicu kekhawatiran warga.
Personel siaga hingga subuh. Petugas piket malam berjaga rutin.
Pengawasan ketat mencegah kejahatan. Potensi tindak kriminalitas diminimalkan sedini mungkin.
"Jangan sampai sudah terjadi pencurian baru kita bergerak. Dengan adanya pos kamling, masyarakat memiliki tempat untuk melapor jika terjadi gangguan kamtibmas," tegas Ariesto.
Integrasi warga terus diperkuat. Tokoh agama mendukung gerakan ronda malam.