Sulawesitoday - Polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara saat memecah tawuran warga di kawasan Jalan Anoa, Kota Palu.
"Aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk membubarkan massa pada Selasa, 21 Juli 2026," kata seorang warga sekitar.
Bentrokan fisik ini melibatkan kelompok warga dari dua wilayah tetangga. Eskalasi warga Kampung Nunu dan kawasan Anoa alias Nere-nere sempat memicu ketakutan warga melintas.
Suasana mencekam menyelimuti lokasi kejadian sejak malam hari. Warga berkumpul di sepanjang jalan saat aparat berusaha mengendalikan situasi lapangan.
Banyak pengendara memilih memutar arah demi keselamatan diri. Mereka enggan terjebak di tengah kerumunan massa yang emosional.
Baca Juga: Polisi Usut Debt Collector Purworejo yang Ajak Korban Paksa Berhubungan Badan
"Kondisi jalanan mulai aman setelah polisi berjaga ketat di lokasi kejadian pada Selasa, 21 Juli 2026," ujar Crys ThyaNhy, warga yang melintas.
Patroli gabungan disiagakan untuk mencegah bentrokan susulan pecah. Polisi meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh isu liar di media sosial.
Proses hukum akan berjalan tegas terhadap pemicu kerusuhan tersebut. Aparat keamanan kini memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab utama bentrokan.
Upaya mediasi antar pimpinan wilayah mulai dirancang tokoh masyarakat. Langkah perdamaian diharapkan bisa meredakan tensi antarwarga secara permanen.
"Masyarakat harus menahan diri dan menyelesaikan masalah melalui jalur hukum pada Selasa, 21 Juli 2026," pungkasi Yunita, warga Palu.