Israel Bombardir Universitas Al-Azhar milik PBB di Gaza
Israel kembali memicu kemarahan di wilayah Palestina dengan melakukan serangan bom terhadap Universitas Al-Azhar di Gaza pada Sabtu pagi waktu setempat.
Insiden ini telah menyebabkan kecaman dari berbagai pihak, dengan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) menggambarkannya sebagai bagian dari kampanye genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.
Dilaporkan oleh Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, serangan yang mengejutkan ini terjadi pada Sabtu pagi.
Universitas Al-Azhar, sebuah lembaga pendidikan terkemuka di wilayah Gaza, menjadi target utama serangan Israel. Hal ini mengundang pertanyaan tentang motif di balik serangan ini.
Wakil Menteri Luar Negeri Palestina, Amal Jadou, dengan tegas mengecam serangan tersebut, menyoroti aksi Israel yang telah merenggut nyawa ribuan warga Palestina, termasuk anak-anak perempuan yang menjadi korban serangan-serangan sebelumnya.
Sementara itu, CAIR, sebuah organisasi advokasi dan hak sipil muslim terbesar di Amerika Serikat, juga mengutuk serangan Israel terhadap Universitas Al-Azhar dan fasilitas PBB di Gaza.
“Mereka menganggap serangan terhadap sekolah milik PBB, yang berfungsi sebagai tempat penampungan pengungsi, sebagai tindakan yang memperlihatkan ketidakpedulian komunitas internasional terhadap nasib warga Palestina,” pernyataan resmi CAIR.
Dalam serangan terbaru ini, setidaknya ada 15 orang tewas dalam serangan terhadap sekolah PBB di sebuah kamp pengungsian di jalur Gaza Utara pada hari Sabtu.
Selain itu, rumah di kamp pengungsi Maghazi juga menjadi target serangan udara Israel, menyebabkan kematian 51 warga Palestina dan puluhan lainnya terluka.
Pernyataan dari CAIR mencerminkan kekhawatiran serius akan nasib warga Palestina dan meminta komunitas internasional untuk segera turun tangan dalam menghentikan kampanye genosida yang dianggap dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina.
Pemerintah Israel sendiri telah mendapat kritik tajam atas serangannya yang tampaknya tanpa pandang bulu, termasuk serangan terhadap kamp pengungsi, fasilitas medis, lembaga pendidikan, dan lembaga PBB.
Masjid, gereja, dan infrastruktur vital lainnya juga menjadi sasaran serangan.
Serangan terhadap Universitas Al-Azhar di Gaza menjadi titik sorot utama dalam kasus ini, menunjukkan eskalasi kekerasan yang terus berlanjut di wilayah konflik Palestina-Israel.
Dengan situasi ini semakin meruncing, seruan untuk gencatan senjata dan campur tangan komunitas internasional semakin mendesak, sambil mempertanyakan apakah perdamaian dan keadilan dapat terwujud dalam masa depan yang begitu penuh ketegangan.