berita

Konsorsium KUAT dan Pemda Parimo Bersinergi Atasi Dampak Perubahan Iklim di Parigi Moutong

Senin, 4 Desember 2023 | 20:40 WIB
Konsorsium KUAT dan Pemda Parimo Bersinergi Atasi Dampak Perubahan Iklim di Parigi Moutong Lembaga Swadaya Masyarakat yang tergabung dalam konsorsium KUAT (Konservasi Untuk Alam dan Tani) bekerja sama dengan Pemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, membangun sinergi dalam upaya penanganan perubahan iklim. Dalam konsultasi publik program penguatan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim yang berlangsung di Parigi pada Senin (4/12), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong, Moh Nasir, menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menghadapi dampak serius perubahan iklim.

Konsorsium KUAT dan Pemda Parimo Bersinergi Atasi Dampak Perubahan Iklim di Parigi Moutong

Lembaga Swadaya Masyarakat yang tergabung dalam konsorsium KUAT (Konservasi Untuk Alam dan Tani) bekerja sama dengan Pemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, membangun sinergi dalam upaya penanganan perubahan iklim. Dalam konsultasi publik program penguatan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim yang berlangsung di Parigi pada Senin (4/12), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong, Moh Nasir, menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menghadapi dampak serius perubahan iklim.

"Kondisi cuaca yang tidak lagi menentu, termasuk fenomena El Nino, memberikan dampak serius terhadap ekologi dan kehidupan sosial kemasyarakatan, termasuk sektor ekonomi seperti kelautan," ujar Moh Nasir.

Nelayan di Parigi Moutong menghadapi kendala signifikan akibat ketidakpastian cuaca. Moh Nasir meminta konsorsium KUAT untuk memfasilitasi literasi dan edukasi nelayan melalui sekolah lapangan iklim bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Dalam kurun waktu hampir 11 bulan terakhir, sejumlah nelayan mengalami musibah saat melaut. Sekolah lapangan iklim dapat memberikan pemahaman kepada mereka dalam mendeteksi cuaca melalui transformasi digital," tambah Nasir.

Koordinator Konsorsium KUAT, Saiful Taslim, menjelaskan bahwa adaptasi masyarakat dan langkah-langkah penanggulangan menjadi kunci menghadapi perubahan iklim. Dari 283 desa kelurahan di Parigi Moutong, 255 desa di antaranya berstatus rentan terhadap perubahan iklim.

"Upaya kami melalui Program Kampung Iklim (ProKlim) di 12 desa di tiga kecamatan bertujuan meningkatkan efektivitas dan kapasitas adaptasi masyarakat pedesaan. Program ini melibatkan perbaikan mata pencaharian, perhutanan sosial, rehabilitasi area krisis, penetapan daerah lindungan baru, dan penyediaan instrumen kebijakan daerah," papar Saiful.

Di Sulawesi Tengah, target Konsorsium KUAT adalah 500 ProKlim. Saat ini baru sekitar 20 desa yang terlibat, dengan dua daerah sasaran, yakni Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong. Konsorsium berharap intervensi ini dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat setempat.

Terkini