Dukung Percepatan Penurunan Stunting, Dinas P3AP2KB Parimo Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas TPK
Parigi Moutong, 7 Desember 2023 - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong bersinergi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan peningkatan kapasitas tim pendampingan keluarga (TPK). Acara ini berlangsung di aula Bappelitbangda Parimo pada Kamis (7/12/2023).
Mawardin, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesra Setda Parimo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada DP3AP2KB Parimo dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Sulteng atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mewakili Pj Bupati pada pembukaan kegiatan, menyoroti tujuan utama kegiatan ini sebagai upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Parigi Moutong.
Tujuan konkret kegiatan ini adalah meningkatkan peran bina keluarga balita (BKB) dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Mawardin menjelaskan bahwa kader BKB dan kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) diharapkan mampu memberikan pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar. Fokusnya adalah pada kelompok sasaran di Desa dan kelurahan, khususnya kelompok BKB.
Menyusul Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, Mawardin menyampaikan bahwa terdapat lima pilar acuan, termasuk komitmen kepemimpinan, kampanye nasional, konvergensi program, ketahanan pangan dan gizi, serta pemantauan dan evaluasi. Ia menggarisbawahi pentingnya menurunkan prevalensi stunting, memperbaiki pola asuh, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Dalam konteks ini, Mawardin menguraikan bahwa target nasional tahun 2024 adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen, sementara Sulawesi Tengah dalam RPJMD tahun 2026 menargetkan 11 persen. Saat ini, data survei status gizi Indonesia tahun 2021 mencatat prevalensi stunting sebesar 24 persen secara nasional, dengan Sulawesi Tengah mencapai 29,7 persen pada 2022. Kabupaten Parigi Moutong memiliki angka 27,4 persen.
Hasil elektronik pencacatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat hingga Juli 2023 mencatat angka stunting Sulawesi Tengah sebesar 17,3 persen, dan Parigi Moutong 14,3 persen. Mawardin mengidentifikasi pola asuh dan pernikahan anak sebagai faktor penyebab stunting di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya penyiapan tenaga kader dengan kapasitas dalam memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi, terutama dalam kelompok BKB.
Dalam rangka percepatan pencegahan stunting, Mawardin mengajak seluruh pemangku kebijakan dan mitra terkait untuk meningkatkan komitmen. Peningkatan kapasitas TPK, seperti yang dilakukan dalam kegiatan ini, diharapkan dapat mewujudkan akselerasi pencegahan stunting di Kabupaten Parigi Moutong.