berita

Ada lubang raksasa di Matahari, Apakah berdampak ke Bumi?

Selasa, 12 Desember 2023 | 15:40 WIB
Lubang raksasa di Matahari Minggu ini, ilmuwan astronomi telah mendeteksi sebuah fenomena luar biasa di Matahari yang dapat berdampak pada Bumi.

Lubang raksasa di Matahari


Minggu ini, ilmuwan astronomi telah mendeteksi sebuah fenomena luar biasa di Matahari yang dapat berdampak pada Bumi.

Sebuah lubang koronal raksasa, dengan lebar mencapai 60 kali diameter Bumi, muncul di dekat ekuator Matahari.

Kejadian ini menarik perhatian para peneliti karena belum pernah terjadi sebelumnya dalam siklus Matahari.

Lubang koronal adalah suatu kondisi di mana medan magnet yang menahan Matahari di tempatnya tiba-tiba terbuka, memungkinkan aliran radiasi yang sangat cepat, juga dikenal sebagai angin Matahari, meluncur ke arah Bumi.

Lubang koronal tampak sebagai bercak gelap karena lebih dingin dan kurang padat dibandingkan plasma di sekitarnya. Berbeda dengan bintik Matahari, lubang koronal hanya terlihat dalam sinar ultraviolet.

Menurut laporan dari Live Science, lubang koronal terbaru ini terbentuk di dekat ekuator Matahari pada 2 Desember dan mencapai lebar maksimum sekitar 800.000 kilometer dalam waktu 24 jam.

Ilmuwan memperkirakan bahwa lubang ini dapat melepaskan angin Matahari dengan kecepatan tinggi menuju Bumi. Aliran radiasi cepat ini seringkali dapat memicu gangguan pada perisai magnet Bumi yang dikenal sebagai badan geomagnetik.

Sebelumnya, lubang koronal terakhir muncul bulan Maret lalu, memicu badai geomagnetik paling kuat yang melanda Bumi dalam lebih dari enam tahun terakhir.

Dampak dari lubang koronal terbaru ini pada awalnya diantisipasi dapat menciptakan badai geomagnetik moderat (G2), yang berpotensi menyebabkan pemadaman radio dan tampilan aurora yang kuat.

Namun, beruntungnya, intensitas angin Matahari yang dilepaskan lebih rendah dari perkiraan sehingga badai yang dihasilkan sejauh ini hanya bersifat lemah (G1).

Meski demikian, ilmuwan masih terus memonitor situasi ini. Walaupun tidak jelas berapa lama lubang koronal akan bertahan di Matahari, lubang koronal sebelumnya telah bertahan lebih dari satu kali rotasi Matahari, yaitu sekitar 27 hari.

Informasi ini menjadi perhatian serius bagi komunitas ilmiah karena dampak potensial dari aktivitas Matahari terhadap sistem teknologi dan komunikasi di Bumi.

Tags

Terkini