Pj Bupati Harap Dharma Santi Jadi Perekat Persaudaraan dan Toleransi Antar Umat
Sulawesitoday - Penjabat (Pj) Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, menggarisbawahi pentingnya perayaan Dharma Santi Nyepi 2024 sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi antar umat beragama.
Dalam sambutannya di perayaan tersebut, Minggu 7 April 2024, Pj Bupati menekankan makna mendalam dari perayaan tersebut sebagai perekat bagi masyarakat yang majemuk di Kabupaten Parigi Moutong.
Penuh Makna dalam Merayakan Dharma Santi Nyepi
Dalam upaya merayakan Dharma Santi Nyepi Tahun Caka 1946, Pj Bupati Parigi Moutong menegaskan pentingnya pengenalan diri sebagai awal dari pemahaman akan keberagaman agama.
Beliau menyoroti bahwa dengan pemahaman yang lebih dalam terhadap diri, masyarakat akan lebih mampu menghargai dan menghormati keyakinan agama lain.
Persaudaraan Sebagai Landasan Kondusifitas Masyarakat
Menurut Pj Bupati Richard Arnaldo, persaudaraan antar umat beragama merupakan landasan utama untuk menciptakan situasi kondusif di Kabupaten Parigi Moutong.
Beliau menekankan bahwa keberagaman harus dijadikan kekuatan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan toleran.
Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan
Dalam konteks ini, Pj Bupati memberikan ajakan kepada seluruh umat beragama untuk menjaga persatuan, hidup rukun, dan memelihara keberagaman.
"Dharma Santi tahun ini bisa menjadi perekat persaudaraan, toleransi, dan menekankan pada ajaran moral dan etika yang baik serta budi pekerti yang luhur," ungkapnya.
"Dharma Santi tahun ini saya berharap jadikan sebagai momentum dalam menjaga keberagaman dan kerukunan agar Kabupaten Parigi Moutong tetap kondusif," sebutnya.
Dengan demikian, harapan Pj Bupati adalah agar perayaan Dharma Santi Nyepi tahun ini tidak hanya menjadi momen beribadah, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Parigi Moutong.