berita

Banjir Bandang di Toribulu, Parigi Moutong: Satu Korban Jiwa Ditemukan, Dua Masih Hilang

Minggu, 23 Juni 2024 | 15:11 WIB
Foto: Banjir bandang melanda Desa Sibalago dan Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, Minggu (23/6) dini hari akibat hujan lebat yang mengakibatkan Sungai Toribulu meluap. Satu korban jiwa ditemukan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian. Jembatan penghubung desa terputus dan sejumlah rumah warga terendam, mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. BPBD dan BASARNAS aktif melakukan pendataan, pemantauan, serta pencarian terhadap korban yang hilang. (Aswadin)

[wpseo_breadcrumb]

Banjir Bandang di Toribulu, Parigi Moutong: Satu Korban Jiwa Ditemukan, Dua Masih Hilang


BPBD dan BASARNAS Lakukan Pencarian Korban Hilang


Sulawesitoday - Banjir bandang yang melanda Desa Sibalago dan Desa Sienjo di Kecamatan Toribulu pada Minggu 23 Juni 2024 dini hari telah menyebabkan satu korban jiwa ditemukan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih hilang.

Banjir ini diakibatkan oleh hujan lebat yang mengakibatkan meluapnya Sungai Toribulu.

Korban dan Kerusakan Akibat Banjir


Menurut laporan yang diterima oleh Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD, banjir bandang terjadi pada pukul 04.38 WITA.

Hingga pukul 05.40 WITA, tercatat satu korban jiwa telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih hilang.

"Banjir juga mengakibatkan jembatan penghubung desa terputus dan sejumlah rumah warga terendam, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terganggu," ungkap seorang petugas BPBD.

Tindakan dan Respons BPBD


BPBD Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan pendataan di wilayah terdampak dan memantau dampak banjir bandang.

Selain itu, BASARNAS sedang dalam proses pencarian dua korban yang dilaporkan hilang.

"Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik, air bersih, dan normalisasi sungai," tambah petugas tersebut.

Kondisi Terkini dan Imbauan


BPBD melaporkan bahwa kondisi wilayah terdampak di Kecamatan Toribulu berangsur-angsur membaik dengan intensitas hujan yang rendah.

Namun, BPBD menghimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi risiko bencana hidrometeorologi.

"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diharapkan dapat melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman," kata BPBD dalam himbauannya.

Informasi dan Kesiapsiagaan


BPBD juga menyarankan warga untuk membekali diri dengan informasi seputar prakiraan cuaca melalui InfoBMKG dan potensi risiko bencana melalui InaRISK BNPB, terutama karena sudah memasuki peralihan musim.

Untuk informasi lebih lanjut, warga dapat menghubungi CALL CENTER BPBD di nomor 08114180117.

Tags

Terkini