[wpseo_breadcrumb]
Banjir Sidrap Sebabkan Kerugian Rp 2,8 Miliar, 718 Rumah Terendam
Bencana Banjir Merendam Enam Kecamatan di Sidenreng Rappang
Sulawesitoday - Kamis 4 Juli 2024, hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan banjir. Yang merendam enam kecamatan di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan. Banjir tersebut menyebabkan kerugian material yang signifikan. Termasuk 718 rumah warga terendam dan berbagai fasilitas umum terdampak.
Wilayah Terdampak Banjir
Banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Sidenreng Rappang. Yakni Kecamatan Maritengae, Kecamatan Tellu Limpoe, Kecamatan Baranti. Kecamatan Dua Pitue, Kecamatan Watang Sidenreng, dan Kecamatan Panca Rijang.
Abdul Muhari menjelaskan, "Berdasarkan laporan yang diterima BNPB. Tercatat sebanyak 718 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Dan sebagian di antaranya terjebak banjir. Sehingga BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang segera melakukan evakuasi."
Kerugian Material
Kerugian material yang tercatat meliputi 718 unit rumah warga. Sembilan fasilitas pendidikan, tiga fasilitas pemerintah, dan 24 hektare sawah terendam.
Selain itu, 500 meter jalan dan 17 meter tanggul juga terdampak. Jumlah kerugian diperkirakan mencapai Rp 2,8 miliar.
Proses Evakuasi dan Penanganan
BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak. Untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak dan asesmen kerugian material.
"BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang segera melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait. Untuk melakukan asesmen dan penanganan baik warga terdampak. Maupun kerugian material akibat bencana banjir ini," tambah Abdul Muhari.
Kondisi Terkini
Laporan terkini menunjukkan bahwa sebagian banjir sudah mulai surut di beberapa kecamatan terdampak.
Namun, BNPB mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang. Untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Dan terus memantau informasi cuaca dari institusi berwenang.
Imbauan dan Tindakan Pencegahan
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga dalam menghadapi potensi banjir susulan.
"Kami mengimbau kepada pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang. Untuk selalu waspada dan memantau informasi cuaca dari institusi berwenang," kata Abdul Muhari.