Sulawesitoday, 10 Agustus 2024 — Masyarakat Jepang mulai panik setelah peringatan adanya potensi gempa besar oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA) usai gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 mengguncang Pulau Kyushu pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Kekhawatiran potensi gempa Jepang ini memicu lonjakan permintaan barang kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan darurat. Menyebabkan kekurangan stok di berbagai supermarket dan platform e-commerce.
Kepanikan Meluas
Sejak pagi hari, Sabtu, 10 Agustus 2024, banyak supermarket di Tokyo kewalahan akibat lonjakan pembelian mendadak.
Rak-rak produk penting seperti air minum kemasan, makanan kaleng, dan perlengkapan darurat cepat kosong.
Beberapa toko bahkan terpaksa membatasi jumlah pembelian karena stok barang yang semakin menipis.
Pada salah satu supermarket di pusat Tokyo, sebuah pengumuman dipasang untuk meminta maaf atas kekurangan stok yang terjadi.
“Penjualan beberapa barang mungkin akan dibatasi,” tulis pihak manajemen toko.
Situasi ini juga tercermin di platform e-commerce Rakuten, di mana toilet portabel, makanan kaleng, dan air minum kemasan menjadi barang paling dicari pada hari itu.
Para ilmuwan gempa di Jepang memperingatkan bahwa kemungkinan terjadinya gempa besar meningkat setelah gempa Magnitudo 7,1 di Kyushu.
JMA menyatakan bahwa meskipun potensi gempa besar lebih tinggi dari biasanya, ini tidak serta merta menjadi tanda pasti akan terjadi gempa besar.
Peringatan ini adalah yang pertama dikeluarkan di bawah sistem baru yang dikembangkan setelah gempa dahsyat tahun 2011.
Gempa di Kyushu pada Kamis lalu menyebabkan 14 orang terluka, meskipun tidak ada laporan kerusakan serius.
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang menyatakan beberapa orang mengalami cedera akibat tertimpa benda yang jatuh saat gempa.