Sulawesitoday - Sebanyak 11 warga di Lingkungan Galung Utara, Kelurahan Tapalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan tradisional kapurung pada Senin, 19 Agustus 2024.
Kejadian ini bermula setelah seorang warga, Hanaria, memasak dan menyajikan kapurung kepada tetangga dan rekannya. Pasca menyantap hidangan tersebut, para warga mengalami gejala sakit perut yang disertai muntah-muntah.
Pada Selasa, 20 Agustus 2024, para warga mulai merasakan gejala lebih serius yang mencakup sakit kepala, perut mulas, serta diare. Sebanyak 11 orang yang terpapar gejala tersebut akhirnya dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Baca Juga: Kasus Perjalanan Dinas Fiktif DPRD Mamuju: Kejari Mamuju Panggil Mantan Anggota DPRD untuk Diperiksa
"Kejadian ini bermula ketika Hanaria memasak kapurung, kemudian dia mengundang rekan-rekannya dan tetangganya untuk makan bersama," ungkap Kapolsek Tapalang, Iptu H. Mino, saat dikonfirmasi oleh wartawan.
Kronologi dan Penyelidikan
Menurut informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, gejala keracunan mulai dirasakan para korban tak lama setelah mereka mengonsumsi kapurung, makanan khas Sulawesi yang terbuat dari sagu dan sayuran.
Para korban yang mengalami gejala parah langsung mendapatkan penanganan di Puskesmas, sementara beberapa sampel makanan tersebut telah dikirim ke laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju untuk diuji lebih lanjut.
Mino menjelaskan bahwa kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan massal tersebut. Pihaknya bekerja sama dengan BPOM guna mengetahui apakah ada kandungan berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi oleh para warga.
Kondisi Korban
Pada saat berita ini diturunkan, kondisi para korban masih dalam pemantauan di Puskesmas setempat. Beberapa korban dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, namun beberapa lainnya masih memerlukan perawatan lebih lanjut.
"Kami sedang menunggu hasil uji laboratorium dari BPOM untuk mengetahui penyebab pasti dari keracunan ini," tambah Mino.
Kejadian ini mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan dalam proses pengolahan makanan, terutama dalam kegiatan konsumsi bersama di kalangan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan yang disiapkan secara massal untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.