Sulawesitoday - Pasangan Nizar Rahmatu dan Ardi dipastikan menjadi salah satu dari lima pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada Parigi Moutong 2024. Pasangan ini diusung oleh koalisi PKS, Hanura, PAN, dan PKB.
Komitmen mereka dalam pemenuhan kuota partai pengusung tanpa memanfaatkan putusan MK terbaru menunjukkan keseriusan mereka.
Pada 25 Agustus 2024, Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, menjelaskan perubahan-perubahan dalam PKPU No 8 Tahun 2024. Perubahan ini berdampak pada persyaratan pendaftaran calon kepala daerah.
Di antara pasal yang diubah adalah Pasal 11 ayat (1), yang kini mengacu pada akumulasi perolehan suara sah dalam pemilu anggota DPRD.
Sementara itu, pasangan Nizar Rahmatu dan Ardi telah memenuhi kuota jumlah kursi Partai Pengusung.
Nizar Rahmatu memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan telah matang dalam berorganisasi. Ardi, pasangannya, memiliki pengalaman panjang di birokrasi, mulai dari guru hingga Sekda di Parigi Moutong.
Pasangan ini dinilai ideal untuk memimpin Parigi Moutong. Ardi akan menjadi angin segar bagi kalangan birokrasi, sementara Nizar fokus pada pembangunan.
Pasangan Nizar-Ardi disebut sebagai ‘kuda hitam’ dalam Pilkada kali ini. Keduanya dianggap mampu memenuhi kebutuhan Parigi Moutong akan pembangunan dan peningkatan SDM.
“Nizar Rahmatu diyakini bisa untuk melobi anggaran untuk kepentingan pembangunan Parigi Moutong,” ujar seorang pengamat politik.
Sementara itu, dukungan dari koalisi partai pengusung juga menjadi modal penting bagi pasangan ini.
Sementara itu, pasangan lainnya yang dipastikan maju dalam Pilkada Parigi Moutong adalah Badrun Nggai-Muslih yang diusung Gerindra, Nur Rahmatu-Arman Maulana dari koalisi PDI P dan Demokrat, Erwin Burase-Abdul Said yang diusung Golkar, serta Amrullah-Ibrahim Hafid dari Nasdem.
Isu juga beredar akan ada pasangan baru, Ridwan Nontji-Abdullah Alhamidi, yang sedang berusaha mendapatkan dukungan dari Partai Perindo dan partai non-seater lainnya.