Sulawesitoday - Empat nelayan korban kebakaran kapal di Perairan Muara Pegah, Kutai Kartanegara, berhasil dievakuasi KRI Layang pada dini hari tadi. Satu dari empat korban tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju Balikpapan setelah upaya penyelamatan. Insiden terjadi saat KRI Layang sedang melaksanakan Operasi Tri Dharma 01 di Perairan Muara Pegah.
Nelayan yang terbakar ditemukan Senin, 9 September 2024, sekitar pukul 00.15 WITA setelah KRI Layang menerima laporan adanya kapal yang terbakar. Personel segera meluncurkan sekoci untuk melakukan operasi penyelamatan menuju lokasi kejadian. Di lokasi, sekoci menemukan empat korban yang telah berada di air, dengan kapal mereka sudah terbakar habis.
Para korban segera dievakuasi ke sekoci dan dibawa menuju KRI Layang yang berada beberapa meter dari lokasi kebakaran. Satu dari empat korban sudah dalam kondisi lemah saat dievakuasi dan diberi pertolongan pertama di atas kapal. Namun, korban tersebut tidak tertolong dan meninggal dunia sebelum tiba di dermaga Pelabuhan Semayang.
KRI Layang tiba di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, sekitar pukul 04.10 WITA dengan membawa para korban yang selamat dan jenazah korban. Personel dari Lanal, Basarnas, dan tim Inafis Polresta Balikpapan sudah bersiap di dermaga untuk menerima korban. Tim SAR segera membawa tiga korban yang selamat ke dermaga dan memindahkan korban meninggal ke ambulans.
Kolonel Laut Yosafat Indarto, Kepala Staf Gugus Tempur Laut Koarmada II, menyebut insiden terjadi saat KRI Layang melakukan patroli rutin. "Kami melaksanakan Operasi Tri Dharma 01 di Perairan Muara Pegah ketika melihat kapal nelayan terbakar," katanya. Kapal yang terbakar ditemukan tidak jauh dari posisi kapal KRI Layang pada saat patroli berlangsung.
Ketika kapal bersandar di dermaga, korban selamat langsung dibawa ke mobil polisi untuk proses lebih lanjut oleh pihak berwenang. "Mereka berlayar dari Muara Jawa, Kutai Kartanegara," ungkap Indarto berdasarkan keterangan korban. Korban meninggal dunia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk keperluan medis dan identifikasi.
Pihak KRI Layang melanjutkan koordinasi dengan Lanal dan Basarnas serta instansi terkait lainnya untuk menangani korban. Operasi penyelamatan dilakukan dengan sigap dan koordinasi cepat oleh personel gabungan di lokasi. Tim penyelamat terus bekerja untuk memastikan semua prosedur keselamatan diikuti dengan tepat.
Insiden ini menunjukkan pentingnya kesiagaan patroli laut dalam merespons keadaan darurat yang terjadi di perairan. Kebakaran kapal nelayan ini masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti. KRI Layang akan terus melaksanakan patroli dan meningkatkan kesiagaan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kebakaran kapal nelayan ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi oleh nelayan di perairan Makassar dan perlunya perhatian terhadap keselamatan. Koordinasi cepat antara TNI AL, Basarnas, dan Polri sangat penting dalam menangani insiden kebakaran kapal ini. Pemerintah diharapkan mengambil langkah tegas dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan laut di Indonesia.