Sulawesitoday - Harga elpiji 3 kg di Jawa Tengah alami kenaikan menyusul Keputusan Gubernur Nomor 540/20 Tahun 2024 yang tetapkan HET baru.
Harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg di Jawa Tengah ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung di tingkat pangkalan pada 22 Agustus 2024.
Penetapan harga baru ini dilakukan melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 540/20 Tahun 2024 yang ditandatangani Nana Sudjana.
Keputusan tersebut menetapkan HET elpiji 3 kg pada titik serah sub penyalur atau pangkalan di wilayah Jawa Tengah.
Harga ex Pertamina untuk elpiji 3 kg dipatok sebesar Rp11.584 dengan margin agen ditetapkan sebesar Rp1.166 per tabung.
Sementara itu, harga jual eceran diatur pada angka Rp12.750 dan biaya operasional agen termasuk kenaikan BBM mencapai Rp2.770.
Harga jual agen ke pangkalan kini mencapai Rp15.520 per tabung dengan margin pangkalan sebesar Rp2.480.
Harga tertinggi elpiji 3 kg di pangkalan kini dipatok sebesar Rp18.000 per tabung dan langsung diterima konsumen.
Seorang warga Semarang, Nova, mengakui harga elpiji 3 kg sudah naik sejak beberapa hari lalu dan ia membelinya seharga Rp24.000 di eceran keliling.
Ia menyebut, di toko-toko harga elpiji 3 kg sedikit lebih murah sekitar Rp23.000, tetapi tetap mengalami kenaikan signifikan.
Peningkatan harga ini dikonfirmasi menyusul diterbitkannya Keputusan Gubernur Jawa Tengah yang menetapkan harga baru.
Sebelumnya, harga elpiji 3 kg di pangkalan di Jawa Tengah adalah Rp15.500 per tabung dan kini naik menjadi Rp18.000.
Beberapa warga menyatakan keberatan atas kenaikan harga elpiji yang dirasa memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi sulit.