berita

Refleksi Hari Kesaktian Pancasila: Kanwil Kemenkumham Sulteng Tegaskan Komitmen Indonesia Maju

Selasa, 1 Oktober 2024 | 14:24 WIB
Hari Kesaktian Pancasila di Kemenkumham Sulteng: Komitmen wujudkan Indonesia Emas dengan penguatan nilai-nilai Pancasila di setiap aspek. (Muhammad Aqil Azizi )

Sulawesitoday - Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial. Bagi Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah, momentum ini mengandung makna yang lebih dalam: sebuah komitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap sendi kehidupan berbangsa. Upacara bendera yang berlangsung pada Selasa, 1 Oktober 2024, di halaman Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh seluruh pejabat serta staf yang ada.

Hermansyah Siregar, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, menggarisbawahi peran penting Pancasila bagi Indonesia. Di tengah perubahan global yang kian cepat, ideologi ini, katanya, menjadi kompas yang tak tergantikan dalam perjalanan bangsa. Bukan sekadar kata-kata klise, Hermansyah menegaskan bahwa untuk menuju visi Indonesia Emas—negara yang maju, adil, dan sejahtera—semua elemen bangsa harus mengamalkan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan.

"Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga kompas untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera," katanya. Ungkapan itu sederhana, tetapi mengandung tanggung jawab besar, terutama bagi aparatur negara.

Momen upacara ini semakin penting karena melibatkan jajaran pejabat terkemuka dari berbagai divisi, termasuk Raymond JH. Takasenseran, Kepala Divisi Administrasi, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dengan suara yang tegas, Raymond menyampaikan pesan penting soal pentingnya persatuan di tengah keberagaman.

“Di era globalisasi, kita semakin diuji dengan tantangan besar. Namun, kita harus menguatkan persatuan. Pancasila telah terbukti mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang sangat majemuk,” ungkapnya, mengingatkan kembali urgensi semangat kebersamaan.

Ini bukan pertama kalinya Kemenkumham Sulteng mengingatkan pentingnya persatuan dan semangat kebangsaan di tengah perubahan zaman. Setiap kali berbicara tentang Pancasila, pejabat-pejabat ini selalu menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam setiap pelayanan yang diberikan oleh jajarannya. Hal ini juga disoroti oleh Hermansyah yang menekankan pentingnya tanggung jawab moral aparatur negara.

“Sebagai aparatur negara, kita punya tanggung jawab besar untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya, seakan mengingatkan bahwa tugas negara tidak hanya sekadar menjalankan administrasi, tapi juga merawat jati diri bangsa.

Ada sesuatu yang terasa berbeda ketika para pejabat ini berbicara tentang Pancasila di Hari Kesaktian. Tidak lagi hanya sebagai simbol atau materi di buku pelajaran sejarah, Pancasila kini dirasakan sebagai sesuatu yang hidup dan terus beradaptasi dengan zaman. Dengan tema "Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas", seluruh jajaran Kemenkumham Sulteng berkomitmen penuh untuk menjaga nilai-nilai luhur ini tetap relevan, tak hanya di atas kertas, tetapi dalam tindakan nyata.

Salah satu hal yang menarik perhatian dalam upacara ini adalah kehadiran penuh jajaran pimpinan, dari divisi administrasi hingga pemasyarakatan. Kepala Divisi Pemasyarakatan, Yudi Suseno, dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Zuliansyah, turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Mereka tidak hanya hadir sebagai formalitas, tapi juga menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila di dalam lingkup tugas masing-masing. Setiap kata yang diucapkan memiliki makna mendalam, seperti seolah-olah mereka sedang berbicara tentang tanggung jawab yang sudah tertanam sejak lama.

Satu hal yang perlu diingat, seperti yang disampaikan Raymond dalam pidatonya, adalah bahwa tantangan yang dihadapi bangsa ini tidak semakin ringan. "Tantangan globalisasi terus menghampiri kita," ucapnya, "tetapi dengan persatuan, kita bisa bertahan dan bahkan lebih kuat."

Mungkin, bagi sebagian orang, perayaan seperti ini terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Namun, upacara ini justru mengingatkan bahwa nilai-nilai dasar seperti keadilan, persatuan, dan kesejahteraan harus terus menjadi panduan dalam kehidupan, baik dalam konteks individu maupun dalam lingkup tugas besar negara. Terkadang, hal-hal kecil seperti upacara bendera bisa menjadi momen refleksi yang penting—untuk mengingatkan kita akan dasar-dasar yang sering kita lupakan di tengah hiruk-pikuk dunia modern.

Upacara peringatan ini juga tidak hanya digelar di kantor pusat, melainkan juga di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) baik di bidang Pemasyarakatan maupun Keimigrasian se-Sulteng. Ini menunjukkan bahwa semangat Pancasila tidak hanya berhenti di satu tempat, tetapi menyebar ke berbagai lapisan dan wilayah. Ada semangat yang terasa menyatu di sini, sebuah optimisme yang, meski sederhana, bisa membawa perubahan besar jika diterapkan dengan konsisten.

Akhirnya, apa yang dapat kita pelajari dari upacara Hari Kesaktian Pancasila ini adalah bahwa Pancasila lebih dari sekadar ideologi atau dasar negara. Ia adalah cerminan dari cita-cita kita sebagai bangsa—cita-cita yang, meskipun terus diuji oleh zaman, tetap menjadi arah tujuan kita bersama.

Tags

Terkini