Sulawesitoday - Perjuangan istri Jahrin di sungai Kotabaru tak akan terlupakan. Hari itu, Sabtu, 19 Oktober, dimulai dengan aktivitas biasa. Mereka baru saja selesai memanen di kebun dan memutuskan untuk membersihkan diri di sungai yang tak jauh dari kebun mereka. Namun, siapa sangka, momen yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan.
Saat Jahrin (64) menceburkan diri ke dalam air, tiba-tiba teriakan mengguncang ketenangan hutan. Buaya raksasa sepanjang 4 meter menarik tubuhnya ke dalam sungai. Tanpa berpikir panjang, istri Jahrin bereaksi dengan keberanian yang luar biasa—tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang benar-benar terdesak.
Baca Juga: Momen Tamu Tarik Kalung Kembang di Momen Sakral Pernikahan, Video Viral Picu Reaksi Beragam Netizen
Dalam detik-detik yang menentukan, ia meraih tangan suaminya, berusaha keras menariknya dari gigitan mematikan sang predator. Sayangnya, tenaga seorang wanita tak mampu melawan kekuatan alam sebesar itu.
Namun, ia tak berhenti di sana. Dengan panik, istri Jahrin mengambil apa yang ada di sekitarnya—sebuah gayung. Ya, hanya dengan gayung, ia mencoba melawan buaya ganas yang menyeret suaminya lebih dalam ke perairan keruh sungai itu. Pukulan bertubi-tubi dilayangkan, mencoba memisahkan buaya dari tubuh suaminya, tetapi usaha itu sia-sia.
“Saya mencoba sekuat tenaga, tapi buaya itu terlalu besar,” ungkapnya dengan suara bergetar kepada petugas. Pada akhirnya, Jahrin menghilang di bawah permukaan, hanya sempat terlihat timbul tiga kali sebelum benar-benar lenyap.
Drama heroik ini, meskipun tak berhasil menyelamatkan nyawa suaminya, mencerminkan betapa besar cinta dan keberanian istri Jahrin. Tindakannya mungkin tak membuahkan hasil yang diharapkan, tetapi dalam momen itu, ia menunjukkan kekuatan hati yang luar biasa. Sayangnya, kejadian ini juga mengingatkan kita tentang bahayanya sungai-sungai di wilayah tersebut, yang memang diketahui sebagai habitat buaya.
Baca Juga: Gawat! Siswa SMK Kesulitan Hitung Matematika Dasar 10x15, Apa yang Salah dengan Metode Pembelajaran?
“Saya mengimbau warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di sungai,” kata Kapolsek Kelumpang Hulu, Ipda Agus Setiawan.
Selama tiga hari, tim SAR berjuang melawan cuaca buruk dan air sungai yang keruh untuk mencari jasad Jahrin. Hingga akhirnya, pada Selasa (22/10), tubuhnya ditemukan tersangkut di batang pohon di pinggir sungai. Luka bekas gigitan buaya di pinggang sebelah kanan menunjukkan kekuatan serangan yang menewaskan Jahrin.
Meski jasadnya tak diotopsi atas permintaan keluarga, jelas bahwa tragedi ini adalah hasil dari serangan buaya besar yang menghuni sungai tersebut.
Kisah ini bukan hanya sekadar berita tentang serangan buaya. Ini adalah kisah tentang cinta, keberanian, dan keteguhan hati seorang wanita yang tak menyerah meski dihadapkan pada bahaya yang mematikan. Di balik setiap teriakan, setiap pukulan gayung yang tak membuahkan hasil, ada kisah tentang pengorbanan dan cinta yang tak terukur.