Sulawesitoday - Sejak erupsi Gunung Ruang di Pulau Ruang pada April lalu, upaya pemulihan terus dikebut oleh berbagai pihak. Salah satu prioritas mendesak yang dilakukan di Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, adalah memastikan korban relokasi memiliki akses air bersih.
Dalam proyek ini, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Utara kini tengah membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang akan menjadi solusi air bagi warga yang terdampak.
Baca Juga: Proyek Rp 771 Juta Ambruk Sebelum Rampung di Makassar, Dinas PU Gandeng Ahli Ungkap Penyebab
Menurut PPK Pengembangan Kawasan Permukiman BPPW Sulut, Billy Legi, infrastruktur SPAM yang sedang dikerjakan memanfaatkan sumber air yang dikelola oleh UPTD Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat.
“Kami bangun bersama dengan kantor balai desa dan pustu,” jelas Billy di Manado pada Jumat. Proyek ini termasuk pembangunan sistem filtrasi dengan metode saring pasir lambat (SPL) guna menjamin kualitas air layak konsumsi.
SPAM yang saat ini dibangun masih tergolong sederhana, tetapi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan harian warga. Nantinya, SPAM akan dilengkapi dengan bak penampungan besar agar pasokan air dapat terdistribusi ke berbagai titik hunian, baik di lokasi relokasi baru maupun kawasan sekitar. Kapasitas debit yang ada pun cukup besar, yakni mencapai 10 liter per detik.
“Dengan kapasitas tersebut, kurang lebih 1.000 sambungan bisa terlayani,” tambah Billy.
Baca Juga: Cara Mudah Memasukkan Voucher Telkomsel: Isi Pulsa dengan Cepat dan Praktis!
Proyek ini dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi yang ada dan mengutamakan keberlanjutan. Mengingat di daerah tersebut belum terdapat PDAM, penggunaan sistem eksisting dan SPL menjadi pilihan paling memungkinkan dalam waktu dekat.
“Karena kami menggunakan eksisting yang sudah ada, maka airnya bukan hanya dialirkan ke lokasi hunian tetap tapi juga ke lokasi yang sudah ada sebelumnya,” ujar Billy, menyoroti efisiensi pemanfaatan sumber daya yang telah ada.
Baca Juga: Cara Cepat dan Mudah Mengisi Token Listrik, Panduan Praktis untuk Pemula
Selain fokus pada pemenuhan air bersih, penanganan bencana akibat erupsi Gunung Ruang juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki infrastruktur dasar bagi warga yang terdampak. Erupsi besar pada 17 dan 20 April lalu memaksa ribuan warga, terutama dari Desa Pumpente dan Desa Laingpatehi, meninggalkan Pulau Ruang demi keselamatan.
Mereka kini menetap di beberapa daerah di Kepulauan Sitaro, Kota Manado, dan sekitarnya, sementara sebagian besar relokasi permanen difokuskan di Desa Modisi.