“Yang tertimpa pohon itu cuma satu rumah dan itu yang berat,” tambah Nasrul.
Sementara itu, Pemkab Maros bergerak cepat untuk melakukan pendataan bagi warga terdampak, dan bantuan logistik dijadwalkan turun pada hari Sabtu (26/10). Dalam situasi seperti ini, kepedulian pemerintah menjadi kunci untuk memulihkan kehidupan warga yang terimbas, dan memastikan bantuan sampai tepat waktu menjadi tantangan tersendiri.
Hingga saat ini, BPBD Maros berfokus pada upaya tanggap darurat dan terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mempercepat distribusi bantuan.
Fenomena cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Maros, semakin mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih bersiap menghadapi potensi bahaya alam yang tak terduga.
Warga kini berharap upaya pencegahan dan penanggulangan dapat diperkuat guna menghadapi kemungkinan angin kencang di masa depan, terutama dengan meningkatnya pola cuaca yang tak menentu.