Sulawesitoday - Kawasan penghubung antara Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor mengalami bencana longsor parah pada Selasa sore, 5 November 2024. Kejadian di Jalan Rancahaur, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Tangerang ini mengakibatkan putusnya akses vital yang sehari-hari digunakan oleh warga setempat.
Tanah yang longsor sepanjang sekitar 40 meter dengan kedalaman mencapai 7 meter menggerus seluruh badan jalan, menyebabkan kendaraan tak bisa melintas.
Baca Juga: Penggerebekan Besar di Kalsel: 600 Ton Pupuk Ilegal Disita, Petani Diimbau Waspada!
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Longsor sepanjang sekitar 40 meter dengan kedalaman 7 meter ini mengakibatkan putusnya jalan desa di Kampung Rancahaur,” kata Agun. Dokumentasi dari BPBD Kabupaten Tangerang menunjukkan kondisi jalan yang rusak parah, dengan sebagian besar beton jalan yang pecah dan longsor, menyulitkan akses kendaraan apa pun.
Meski tidak ada korban jiwa atau kendaraan yang tertimpa longsor, dampak bencana ini tetap menjadi perhatian serius. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi longsor mengungkapkan rasa cemas mereka terhadap kemungkinan adanya banjir susulan, mengingat debit air Sungai Cimanceuri yang terus meningkat.
Intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama terjadinya longsor, dan sungai yang meluap dapat memperparah situasi, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rendah di sekitar sungai tersebut.
Baca Juga: MiChat Jadi Alat Perantara Prostitusi Online, Lima Muncikari Ditangkap di Kos Gorontalo
Pihak BPBD Kabupaten Tangerang, kepolisian, dan pemadam kebakaran langsung sigap bergerak ke lokasi untuk memantau situasi dan memastikan keamanan.
“Aman terkendali, tidak ada korban jiwa maupun korban kendaraan,” ujar Agun. Namun demikian, akses yang terputus menimbulkan dilema besar bagi warga yang bergantung pada jalan ini sebagai jalur utama untuk beraktivitas, baik untuk bekerja, sekolah, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Hakim Tolak Eksepsi, Vivi dan Asrul Terjerat Pembunuhan Keji! Bukti Dakwaan Terbukti Kuat
Upaya perbaikan dan penanganan sementara oleh BPBD dan instansi terkait diharapkan bisa segera dilakukan. Langkah-langkah mitigasi juga tengah disiapkan, meski belum jelas kapan jalan penghubung ini bisa dibuka kembali. Bagi warga sekitar, kekhawatiran akan debit air Sungai Cimanceuri yang terus meningkat seiring hujan yang tak kunjung reda, menjadi perhatian utama.
Bencana ini sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi potensi tanah longsor dan banjir susulan di musim hujan. Bagi warga yang tinggal di dekat sungai atau di area rawan longsor, disarankan untuk selalu waspada, khususnya ketika intensitas hujan meningkat.