Sulawesitoday - Makassar, Sulawesi Selatan, tiba-tiba diguncang kabar duka. Seorang sopir taksi online, dikenal dengan inisial AS, ditemukan tak bernyawa di dalam mobilnya yang terparkir di Jalan Monginsidi, tepat di depan kantor Pegadaian Unit Monginsidi. Penemuan ini terjadi pada Minggu pagi (10/11) sekitar pukul 09.45 WITA dan segera menarik perhatian masyarakat sekitar.
Korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang rekannya. Menurut kesaksian, rekan korban kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian saat ia melihat mobil Toyota Calya cokelat milik AS terparkir di tepi jalan.
Merasa ada yang tidak biasa, saksi mendekati mobil tersebut dan menemukan jendela mobil dalam keadaan terbuka. Tak disangka, AS sudah tergeletak tak bergerak di kursi kemudi, dengan wajah pucat dan darah mengalir dari hidungnya. Situasi yang penuh kejanggalan ini segera dilaporkan ke pihak berwajib.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin mengonfirmasi kejadian tersebut dalam keterangannya, "Telah ditemukan mayat laki-laki di atas mobil Toyota Calya warna cokelat."
Baca Juga: Ribuan Warga Padati Kampanye Ahmad Ali di Parigi, Gaet 20 Persen Dukungan Baru
Menurut Wahiduddin, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban, sehingga dugaan awal menyatakan bahwa AS kemungkinan besar meninggal karena riwayat penyakit yang ia derita.
Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa AS memiliki riwayat hipertensi, penyakit yang menurut para ahli bisa sangat fatal jika tak tertangani dengan baik. Bahkan, pada pagi hari sebelum kejadian, istri AS sempat mencoba menghubunginya.
Namun, panggilan tersebut tak pernah mendapat balasan. Saat itu, mungkin tak ada yang menyangka bahwa telepon tersebut adalah upaya terakhir sang istri untuk mendengar kabar dari suaminya.
Kehadiran tim Forensik Dokpol Polda Sulsel di tempat kejadian membawa serta suasana yang semakin serius. Mereka langsung melakukan olah TKP, berupaya memahami apakah ada faktor lain yang berpotensi mempengaruhi kematian mendadak tersebut.
Baca Juga: BMKG: Gempa Dangkal M4,8 di Mimika Papua Tengah Akibat Sesar Aktif, Tanpa Ancaman Tsunami
"Dugaan sementara korban sakit," kata Wahiduddin, memperkuat indikasi bahwa kondisi medis mungkin menjadi penyebab utama peristiwa tragis ini.
Jenazah AS akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ambulans RS Bhayangkara dikerahkan, dan jalanan Monginsidi pun sempat menjadi pusat perhatian.