Sulawesitoday - Pada Sabtu pagi, 9 November 2024, sebuah bom meledak di Stasiun Kereta Api Kota Quetta, Pakistan, menewaskan setidaknya 27 orang dan menyebabkan 46 orang lainnya luka-luka. Ledakan ini, yang diduga merupakan bom bunuh diri, mengguncang ibu kota provinsi Balochistan.
Muhammad Baloch, seorang petugas kepolisian senior, mengonfirmasi bahwa ledakan menghantam area loket tiket yang padat oleh para penumpang. Dengan banyaknya orang yang tengah menunggu, pihak berwenang khawatir jumlah korban bisa lebih banyak.
Baca Juga: Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil, Sopir Taksi Online di Makassar Bikin Geger Jalanan Monginsidi
Pihak kepolisian dan tim penyelamat segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan medis. Rumah Sakit Sipil Quetta langsung mempersiapkan diri dengan menambah jumlah dokter dan staf untuk menangani banyaknya korban.
Kondisi banyak korban luka yang cukup parah menunjukkan betapa kritisnya keadaan di lokasi saat itu. Hingga saat ini, masih belum ada klaim tanggung jawab dari kelompok mana pun atas serangan ini.
Serangan ini bukan yang pertama kali di Pakistan tahun ini. Menurut data dari Institut Pakistan untuk Studi Konflik dan Keamanan, pada 2024, lebih dari 785 serangan teroris telah terjadi di seluruh negeri, dengan total korban tewas mencapai hampir seribu orang.
Serangan serupa telah meningkat tajam, meskipun tren terorisme sempat menunjukkan penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Namun, Oktober 2024 tercatat sebagai bulan terburuk kedua tahun ini, dengan 198 korban jiwa dalam serangan yang tersebar di berbagai wilayah.
Baca Juga: Ribuan Warga Padati Kampanye Ahmad Ali di Parigi, Gaet 20 Persen Dukungan Baru
Insiden ini kembali menyoroti tingginya tingkat kekerasan yang masih melanda Pakistan, terutama di daerah-daerah yang rawan seperti Balochistan. Keterbatasan keamanan dan ketidakstabilan politik di wilayah tersebut memperburuk situasi, menjadikan masyarakat setempat sangat rentan terhadap serangan-serangan teroris.
Pemerintah Pakistan, meskipun telah berupaya memperketat pengamanan, masih menghadapi tantangan besar dalam menanggulangi ancaman tersebut.
Dengan jumlah korban yang terus bertambah, masyarakat dan pihak berwenang di Pakistan semakin khawatir akan eskalasi lebih lanjut dari kekerasan ini. Sementara penyelidikan terhadap serangan ini masih berlangsung, harapan untuk proses pemulihan dan peningkatan keamanan di masa depan terus dijaga.
Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa meski ada upaya untuk menurunkan angka kekerasan, ancaman terorisme masih menjadi masalah serius yang membutuhkan perhatian lebih dari semua pihak.