berita

Dari Masa Lalu Kelam ke Masa Depan Cerah, Anak Binaan LPKA Palu Kini Siap Kembali ke Masyarakat

Minggu, 17 November 2024 | 09:31 WIB
Pembebasan bersyarat MK dari LPKA Palu menjadi simbol transformasi positif. Berkat pembinaan konsisten, ia kini siap menata masa depan. (Muhammad Aqil Azizi )

Sulawesitoday - Tidak semua cerita tentang anak-anak yang berhadapan dengan hukum berakhir buruk. Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu, kisah MK, seorang remaja 18 tahun, membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat, masa depan yang cerah tetap dapat diraih.

MK telah menjalani masa pembinaan selama 1 tahun 6 bulan setelah menerima vonis 3 tahun 6 bulan atas pelanggaran hukum yang pernah dilakukannya. Selama itu, ia menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengikuti berbagai program pembinaan.

Baca Juga: Operasi Plastik Ekstrem Berujung Tragis, Wanita Tewas Akibat Oplas Maraton Selama 24 Jam

“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Saya belajar arti kehidupan, pentingnya pendidikan, dan bagaimana menghargai orang lain,” ungkapnya dengan penuh haru.

Pencapaian MK tidak datang dengan mudah. Selama masa pembinaan, ia aktif dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan keterampilan yang disediakan LPKA Palu.

Dari mendapatkan ijazah pendidikan kesetaraan hingga sertifikasi keterampilan seperti pangkas rambut dan budidaya ikan air tawar, MK telah membuktikan bahwa siapa pun dapat bangkit dari masa lalu kelamnya. Sertifikat-sifat itu menjadi bekal berharga untuk kehidupannya di luar LPKA.

Kepala LPKA Palu, Mohammad Kafi, menegaskan bahwa keputusan pembebasan bersyarat MK didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap perilaku dan partisipasinya selama pembinaan.

“Kami ingin memastikan anak binaan tidak hanya bebas secara hukum, tetapi juga secara mental dan sosial untuk kembali ke masyarakat,” katanya.

Namun, ini hanyalah langkah pertama dari perjalanan panjang. Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Hermansyah Siregar, menekankan pentingnya sinergi antara balai pemasyarakatan, keluarga, dan aparat penegak hukum dalam memastikan reintegrasi yang berhasil.

“Kami ingin anak-anak binaan menjadi bagian aktif dari masyarakat, membawa perubahan positif,” ujarnya.

Pembebasan bersyarat MK bukan hanya tentang kebebasan, tetapi juga simbol dari kesempatan kedua. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap kesalahan, ada potensi untuk bertumbuh. MK kini siap kembali ke pelukan keluarga, dengan keyakinan bahwa masa depan lebih cerah menantinya.

Tags

Terkini