Sulawesitoday - Di Desa Boloung Olonggota, Kecamatan Moutong, suasana Sabtu sore (16/11) berubah menjadi lautan antusiasme. Ratusan warga berbondong-bondong menghadiri kampanye dialogis Ahmad Ali dan Abd Karim Aljufri tanpa paksaan atau janji apa pun.
Dari rumah salah satu tokoh masyarakat setempat, suara dukungan menggema:“Kami percaya Ahmad Ali, bukan yang lain,” ujar Siti Nur (40), yang hadir bersama keluarganya.
Baca Juga: Dari Masa Lalu Kelam ke Masa Depan Cerah, Anak Binaan LPKA Palu Kini Siap Kembali ke Masyarakat
Sikap warga ini menggambarkan semakin menguatnya kesadaran politik di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Tak sedikit dari mereka yang datang karena telah menyaksikan rekam jejak Ahmad Ali.
"Beliau tak hanya berbicara, tapi juga bekerja," tambah Siti dengan nada yakin. Ini menunjukkan bahwa pemilih masa kini lebih kritis dalam menentukan pilihannya.
Korwil Pemenangan Ahmad Ali, Hengki Idrus Mapangile, bahkan terharu dengan sambutan ini. Dalam pidatonya, ia mengungkapkan bahwa sebagian warga yang hadir adalah mantan pendukung kandidat lain.
“Ini bukti bahwa masyarakat cerdas. Mereka memilih karena visi dan integritas, bukan karena janji kosong,” katanya.
Acara ini tidak sekadar menjadi wadah kampanye. Dengan konsep dialogis, warga diberi kesempatan langsung untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam diskusi, isu seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal menjadi topik utama. Hal ini sejalan dengan fokus pasangan calon yang berkomitmen terhadap pembangunan inklusif di Parimo.
Meski sederhana, acara ini membangun kepercayaan warga. Menurut Hengki, komitmen pasangan ini bukan hanya kampanye. "Kami ingin mendengarkan masyarakat dan memastikan program kami sesuai kebutuhan mereka," tegasnya.
Ke depan, tim pemenangan berencana menggelar acara serupa di desa lain. Tujuannya, menjangkau setiap suara untuk memastikan program yang relevan dapat dirumuskan. Pasangan Ahmad Ali dan Abd Karim Aljufri berkomitmen untuk membangun Parimo dengan semangat kolaborasi.