berita

5 Hari Perjalanan Menantang Kawal Kotak Suara, Kisah Heroik Polisi di Desa Untularo, Touna

Sabtu, 30 November 2024 | 14:37 WIB
Perjuangan luar biasa polisi kawal kotak suara di pedalaman Sulawesi selama 5 hari. Tantangan berat, tekad kuat!

Sulawesitoday - Pilkada Serentak 2024 membawa kisah perjuangan yang luar biasa dari Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah. Dua anggota Polsek Tojo, Bripka Putu Radiasa dan Aipda Melky Abner Puru, bersama 11 anggota KPPS, harus menempuh perjalanan panjang dan berat demi memastikan hak pilih 47 warga Suku Wana di TPS 4 Desa Untularo terpenuhi.

Medan yang mereka lalui tak bisa dianggap enteng—gunung, hutan lebat, bukit curam, sungai deras, hingga tebing berbatu menjadi teman perjalanan mereka selama lima hari.

“Perjalanan dimulai sehari setelah apel kesiapan,” ujar Bripka Putu saat dihubungi Humas Polres Tojo Una Una. “Kami berjalan dari pagi sampai sore, melewati medan berat. Bahkan hujan deras membuat sungai sulit diseberangi. Karena itu, kami bermalam di Sadame.” Perjalanan ini, meskipun penuh tantangan, adalah bentuk dedikasi aparat dalam menjaga jalannya demokrasi.

Satu Kotak, Seribu Cerita

Minggu sore, mereka tiba di Untularo. Sebuah desa yang sulit dijangkau, namun menjadi lokasi TPS bagi Suku Wana. Persiapan tak berhenti hanya di perjalanan. Pagi berikutnya, petugas bergotong royong mendirikan TPS, bersiap untuk hari pencoblosan yang jatuh pada tanggal 27 November. “Sayangnya, dari 47 orang yang terdaftar, hanya 29 yang bisa hadir. Sisanya masih di kebun, terhalang cuaca buruk,” ungkap Bripka Putu.

Baca Juga: Nahas di Pematang Sawah, Sambaran Petir Akhiri Hidup Petani Lutim

Kisah ini bukan hanya tentang perjalanan fisik, tapi juga tentang perjuangan melawan hambatan geografis dan cuaca demi hak suara. Fakta bahwa sebagian besar warga tidak bisa kembali karena jarak dan kondisi menunjukkan betapa pentingnya logistik dan dukungan untuk daerah terpencil.

Perjalanan Pulang yang Tak Kalah Sulit

Setelah pemungutan dan perhitungan suara selesai, perjuangan belum usai. Kotak suara harus dikembalikan ke Kantor PPK Tojo. “Kami memilih rute yang berbeda, melalui Pakanculi,” kata Bripka Putu. Para petugas hanya bermalam di pondok seadanya, dengan makanan terbatas seperti ubi bakar. Meski lelah, kotak suara berhasil tiba di Kantor PPK dengan aman pada malam hari, dikawal personel Polsek dan Polres Tojo Una Una.

Kisah ini adalah pengingat betapa beratnya proses demokrasi di wilayah terpencil. Pengorbanan ini patut dihargai, baik oleh pemilih maupun masyarakat luas. Demokrasi bukan sekadar tentang mencoblos, tapi juga perjuangan agar suara terdengar hingga pelosok negeri.

Tags

Terkini