berita

Banjir Makassar: 784 Warga Mengungsi di 14 Titik, 3 Kecamatan Terparah

Sabtu, 21 Desember 2024 | 18:31 WIB
784 warga Makassar mengungsi akibat banjir besar di 3 kecamatan. BPBD bergerak cepat dengan 140 personel dan bantuan darurat di 14 titik pengungsian.

Sulawesitoday - Banjir kembali melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, membuat 784 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Tiga kecamatan terdampak paling parah, yaitu Manggala, Biringkanaya, dan Panakkukang, kini menjadi pusat perhatian. Hingga Sabtu (21/12/2024) pukul 15.00 WITA, 14 titik pengungsian telah didirikan untuk menampung para korban.

Di Kecamatan Manggala, sebanyak 282 jiwa dari 81 kepala keluarga mencari perlindungan di enam lokasi pengungsian, termasuk Masjid Jabal Nur dan Masjid At-Tauhid. Sementara itu, di Biringkanaya, tujuh titik pengungsian seperti Kantor Lurah Katimbang dan SDN Paccerakkang menjadi tempat evakuasi bagi 476 jiwa dari 131 kepala keluarga. Di Panakkukang, Masjid At-Taubah menjadi satu-satunya lokasi yang menampung 26 jiwa.

"Kami telah mengerahkan 140 personel untuk membantu warga di lapangan," ujar seorang perwakilan BPBD Makassar. Selain itu, 12 unit perahu karet, empat mobil operasional, dan dua ambulans dikerahkan untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Dukungan ini sangat diperlukan mengingat kondisi banjir yang belum surut.

Baca Juga: Banjir Landa 6 Kecamatan di Pangkep: Bendung Tabo-tabo Berstatus Bahaya

Selain penanganan logistik, BPBD juga memberikan edukasi tentang langkah-langkah keamanan selama banjir. Beberapa warga mengakui mereka tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena banjir datang tiba-tiba. "Air naik begitu cepat, kami hanya bisa menyelamatkan diri," kata Rahmat, seorang warga Manggala.

Upaya mitigasi juga tampak dari kerja sama masyarakat setempat. Beberapa lokasi pengungsian, seperti Masjid Al-Fatih di Manggala dan Masjid Lailatulqadar di Biringkanaya, dijadikan pusat distribusi bantuan. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan terus mengalir dari berbagai pihak.

Banjir ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Makassar. Faktor curah hujan tinggi dan buruknya drainase disebut menjadi pemicu utama. Meski demikian, pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk mempercepat normalisasi saluran air guna mencegah banjir berulang.

Krisis ini mengingatkan kita akan pentingnya persiapan menghadapi bencana. Anda yang tinggal di daerah rawan banjir disarankan untuk selalu memantau informasi cuaca dan memiliki rencana evakuasi.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday.com! Dapatkan update informasi dan berita eksklusif terbaru. Tinggal klik di sini dan langsung JOIN!

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com

Tags

Terkini