berita

Geopark Maros-Pangkep Terancam Sepi: DPRD Maros Soroti Minimnya Promosi dan Infrastruktur

Jumat, 27 Desember 2024 | 20:16 WIB
Kritik DPRD Maros terkait promosi dan infrastruktur Geopark Maros-Pangkep soroti potensi yang belum optimal untuk wisatawan asing.

Sulawesitoday - Geopark Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan memiliki potensi luar biasa. Namun, kritik datang dari Ketua Komisi II DPRD Maros, Marjan Massere. Beliau menilai pengelolaan promosi dan infrastruktur masih jauh dari kata memadai. Dalam wawancaranya, Marjan menegaskan, "Yang masih kurang itu promosi-promosi dan infrastruktur yang ada di dalam Geopark itu." Pernyataan ini menyuarakan keresahan banyak pihak yang peduli akan optimalisasi geopark.

Jumlah wisatawan asing yang hanya mencapai 6.373 orang pada tahun 2023 menjadi sorotan. Dengan status UNESCO Global Geopark, seharusnya angka ini bisa jauh lebih besar. Sebagai perbandingan, wisatawan nusantara mencatatkan angka 587.653 orang. Ketimpangan ini jelas mengindikasikan adanya hambatan besar dalam menarik perhatian turis internasional.

 

Strategi Promosi yang Perlu Ditingkatkan

Marjan menawarkan solusi konkret. Salah satunya, bekerja sama dengan agen perjalanan yang telah populer di Bali dan Batam. Ini adalah langkah strategis mengingat kedua daerah tersebut menjadi gerbang utama wisatawan mancanegara di Indonesia. "Kerjasama dengan pengelola Geopark Maros-Pangkep untuk memaksimalkan bidang promosi harus segera dilakukan," imbuh Marjan.

Selain itu, melibatkan pemerintah daerah dalam promosi lebih aktif juga penting. Tidak hanya di tingkat lokal, tetapi hingga ke pameran wisata internasional. Sayangnya, promosi belum terasa berdampak secara global. Jika ini tidak segera diperbaiki, peluang besar bisa saja terlewatkan.

Baca Juga: Mentan Amran: Bendungan Ameroro Bawa Harapan Baru bagi 3.000 Hektare Lahan Petani

Infrastruktur: Masalah Lama yang Belum Teratasi

Selain promosi, infrastruktur menjadi masalah lain. Menurut Marjan, perbaikan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap, tetapi konsisten. Jalan menuju situs geopark, fasilitas wisata, hingga papan informasi dianggap perlu pembaruan. Kondisi yang ada saat ini masih menyulitkan wisatawan, terutama yang berasal dari luar negeri.

 

Peningkatan Wisatawan Lokal dan MICE

Meski kritik datang, GM UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, Dedy Irfan, memiliki pandangan lain. Ia menyebutkan bahwa wisatawan nusantara justru mengalami peningkatan signifikan. Hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh event MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang sering melibatkan geopark sebagai tujuan wisata.

Menurut Dedy, "Beberapa event nasional kementerian menjadikan kawasan Geopark Maros Pangkep sebagai paket kunjungan wisata." Walau hal ini membanggakan, namun perhatian khusus untuk turis mancanegara tetap mendesak.

 

Potensi yang Harus Dimanfaatkan

Dengan total kunjungan mencapai 594.026 orang, Geopark Maros-Pangkep masih memiliki peluang besar untuk berkembang. Status UNESCO Global Geopark adalah modal berharga, tetapi upaya promosi dan pengelolaan harus lebih terarah. Dari wisatawan asing hingga lokal, semua pihak harus dilibatkan dalam pengembangan ini.

 

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Halaman:

Tags

Terkini