• Selasa, 21 Juli 2026

Polda Sulut Selidiki Tuntas Kasus Penembakan di Tambang Emas Ilegal

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 12 Maret 2025 | 18:55 WIB
Polda Sulut selidiki kasus penembakan di tambang ilegal, usut tuntas dengan uji balistik dan penempatan khusus bagi oknum terduga.
Polda Sulut selidiki kasus penembakan di tambang ilegal, usut tuntas dengan uji balistik dan penempatan khusus bagi oknum terduga.

Sulawesitoday - Polda Sulawesi Utara (Sulut) tengah menggali fakta terkait insiden penembakan yang merenggut nyawa warga Fernando Tongkotow di kawasan tambang emas ilegal Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kejadian yang terjadi pada dini hari ini menyita perhatian publik, terutama di tengah kekhawatiran yang meningkat terkait praktik tambang ilegal yang kerap memicu bentrokan antara aparat dan pelaku kejahatan.

Dalam keterangan resminya pada Rabu (12/3/2025), Wakapolda Sulut, Brigjen Bahagia Dachi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan berbagai barang bukti guna mendukung proses penyelidikan.

“Barang bukti yang kami peroleh meliputi senpi laras panjang AK-101 sebanyak lima pucuk lengkap dengan magasin, senpi HS H174570 satu pucuk beserta delapan butir amunisi serta satu magasin, senpi revolver, amunisi 38 spc sebanyak 19 butir, satu butir amunisi kaliber 5,56 mm, dan senpi jenis pistol CZP-10 kaliber 9x19 mm disertai enam butir amunisi tajam serta satu magasin,” ujar Dachi dengan tegas.

Polisi memastikan bahwa Tim Bidlabfor akan segera melakukan uji balistik terhadap seluruh barang bukti yang disita. Selain itu, koordinasi intensif dengan pihak kedokteran forensik RSUD Kandou tengah berjalan guna memperoleh hasil autopsi yang akurat, sebagai langkah penting untuk mengaitkan bukti dengan tersangka dan mengurai kronologi penembakan.

Insiden ini terjadi di kawasan tambang ilegal di Alason, Kecamatan Ratatotok, pada Senin (10/3) sekitar pukul 02.00 WITA. Informasi awal menyebutkan bahwa korban bersama kelompoknya diduga tengah melakukan aksi pencurian di lokasi tambang yang konon dimiliki oleh seorang WNA China, Ko Yuho.

Meskipun aparat kepolisian sempat mengeluarkan tembakan peringatan, situasi di lapangan kian memanas ketika korban dan rekan-rekannya berbalik menyerang dengan membawa senjata tajam serta merusak fasilitas tambang.

Baca Juga: Kabel Induk RS Undata Dicuri, Teknisi Parkir Akui Peran serta, Ipar Buronan Masih Dicar

Sebagai respons atas insiden tersebut, Propam Polda Sulut telah menetapkan delapan anggota Brimob yang diduga terlibat untuk menjalani penempatan khusus (patsus) di Mapolda Sulut. Brigjen Dachi menegaskan bahwa disiplin dan integritas aparat tidak akan ditawar, dan setiap penyimpangan akan mendapatkan sanksi setimpal.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak bertindak anarkis serta menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang. Penyidikan akan kami usahakan tuntas demi keadilan bagi keluarga korban,” pungkasnya.

Penyelidikan intensif terus dilakukan dengan dukungan lintas sektor, diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta dan memberikan kepastian hukum atas kasus kompleks ini.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini