• Selasa, 21 Juli 2026

Petaka 3 WNI Visa Non Haji Ditemukan Meninggal Ditengah Gurun Hindari Razia

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 1 Juni 2025 | 19:06 WIB
Tiga WNI terjebak di gurun Makkah usai nekat pakai visa non-haji. Satu tewas, dua selamat, jadi peringatan hukum dan keselamatan.
Tiga WNI terjebak di gurun Makkah usai nekat pakai visa non-haji. Satu tewas, dua selamat, jadi peringatan hukum dan keselamatan.

Sulawesitoday - Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) terpaksa menghadapi maut setelah memaksakan diri menembus gurun Jumum, Makkah, dengan menggunakan visa non-haji. Peristiwa naas itu bermula saat mereka mencoba masuk kawasan suci dengan modus taksi gelap, menyusuri padang pasir yang terik dan sepi.

Sebelumnya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menggelar razia terhadap ratusan calon jemaah yang membawa visa ziarah multiple dan visa non-haji. Dari hasil penyisiran, SM, J, dan S ditemukan hendak masuk Makkah tanpa izin resmi, sehingga aparat Saudi mengembalikan mereka ke Jeddah. Namun, ketiganya —yang gagal mendapatkan petunjuk lebih lanjut— memutuskan untuk nekat menyusup kembali.

“Mereka diantar sopir taksi gelap dari Jeddah ke pinggiran gurun Jumum,” ujar Yusron Bambary, Konsul Jenderal RI di Jeddah. Menurut Yusron, ketika sadar risiko patroli meningkat, sang sopir yang ketakutan menurunkan ketiganya di tengah gurun. Tanpa perlindungan cukup, mereka terpaksa berjalan mencari jalan alternatif.

Setelah beberapa jam berjuang di tengah teriknya matahari, ketiganya terdeteksi oleh patroli drone keamanan Arab Saudi pada 27 Mei 2025. Saat ditemukan, kondisi SM telah kritis dan akhirnya dinyatakan meninggal di tempat, diduga kelelahan berat dan dehidrasi. Sementara J dan S sempat dilarikan ke rumah sakit setempat, lalu setelah mendapat perawatan dasar, kembali diusir ke Jeddah.

Jenazah SM kini masih menjalani visum di rumah sakit Makkah sebelum dipulangkan ke tanah air. “Proses pemakaman akan dilakukan setelah visum selesai,” kata Yusron. Ia juga memastikan KJRI sudah berkoordinasi intens dengan keluarga almarhum di Madura untuk mempersiapkan pemulangan jenazah.

Baca Juga: Surat Larangan Mandul, Tambang Galian C di Cirebon Tetap Jalan 19 Nyawa Dibarter Batu di Gunung Kuda

Kejadian tragis ini sekaligus mengingatkan bahaya menggunakan visa non-haji untuk tujuan ibadah. “Visa ziarah tidak mengizinkan masuk ke Makkah. Jika kedapatan, konsekuensinya tidak hanya pemulangan, tetapi membahayakan keselamatan,” tegas Yusron. Ia menambahkan, KJRI akan menyiapkan sosialisasi tambahan agar masyarakat paham prosedur resmi berhaji dan menghindari jasa taksi gelap di wilayah gurun.

Kisah ini menjadi peringatan keras: niat ibadah hendaknya didukung oleh persiapan legal yang matang. Tak hanya mempersiapkan biaya hajinya, calon jamaah harus memastikan keaslian dokumen dan jalur resmi keberangkatan. Jangan sampai keinginan suci berujung petaka di padang pasir yang membunuh.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini