Sulawesitoday - Dua kilogram serbuk kristal putih itu sempat menghebohkan jagat maya Tolitoli. Video penangkapan dua pria yang dituduh membawa sabu-sabu beredar luas, mencuatkan aneka spekulasi di tengah masyarakat.
Namun, belakangan, kecurigaan itu buyar tak bersisa. Ternyata, barang haram yang digradang-gadang senilai ratusan juta rupiah itu hanyalah gula pasir. Sebuah episode salah tangkap yang menyisakan tawa miris dan menjadi pelajaran berharga.
Ketika Informasi Warga Jadi Pangkal Soal
Kisah ini bergulir pada Selasa sore, 2 Juli 2024, jelang senja memeluk bumi Tolitoli. Sekitar pukul lima petang, sebuah informasi merayap masuk ke telinga Satuan Narkoba Polres Tolitoli.
Kabar angin itu menyebutkan akan ada transaksi sabu dalam jumlah jumbo, sekitar dua kilo, di Jalan Poros Tolitoli-Buol, tepatnya di Dusun Salumpaga, Desa Lingadan, Kecamatan Dako Pemean. Alarm pun berbunyi nyaring di markas polisi.
Tanpa buang waktu, tim Satnarkoba langsung bergerak. Mereka menyebar, membentuk barisan penghadangan di titik yang disebut. Tak lama berselang, dua pria berinisial R (28) dan A (24) melintas dengan sepeda motor, berboncengan.
Gerak-gerik mereka mungkin dianggap mencurigakan, atau mungkin memang kebetulan jadi sasaran pengintaian. Di tangan mereka, tersembul sebuah bungkusan plastik hitam. Wujudnya persis serupa bungkusan narkoba.
Tim pun segera menghentikan laju motor, mengamankan keduanya, dan membawa serta bungkusan yang disinyalir kristal laknat itu ke markas.
Gula, Bukan Sabu: Drama di Lab Forensik Mini
Di Mako Polres Tolitoli, suasana tegang menyelimuti ruang pemeriksaan. Bungkusan hitam dibuka. Serbuk kristal putih itu memang punya rupa yang sangat mirip dengan sabu. Pikirannya, ini tangkapan besar.
Namun, prosedur tetaplah prosedur. Serbuk misterius itu segera diuji dengan narcotest kit. Jarum-jarum jam berdetak pelan, mengiringi harap-harap cemas.
Hasilnya? Nihil. Negatif. Serbuk kristal itu, setelah dipastikan, tidak mengandung zat narkotika sama sekali.
Betapa terkejutnya semua yang hadir. Yang semula disangka biang kerok kejahatan, ternyata hanyalah komoditas dapur. Ya, dua kilogram gula pasir, begitu adanya. Sebuah penemuan yang sekaligus melegakan dan memalukan.
Permohonan Maaf dan Pelajaran Berharga dari Insiden Viral
Artikel Terkait
Skandal Chromebook Menguak, Nadiem Diperiksa Pekan Depan - Perannya Erat di Proyek Triliunan
Parimo Geber 19 Program Rakyat 100 Hari Kerja, Kolaborasi Harga Mati
Fattah-2 Rudal Anyar Iran, Bisa Hantam Israel Kurang dari 5 menit
Diingatkan AS Soal Perang Iran Israel, Hizbullah Tak Gentar Menjawab
Irak Murka 50 Jet Tempur Israel Diduga Simulasi Perang di Langit Baghdad