Sulawesitoday - Aksi pencegahan pengibaran bendera One Piece di Parigi Moutong menjadi sorotan. Kapolres Parigi Moutong AKBP Hendrawan A.N. memastikan. pihaknya sudah bergerak. Mereka menyusuri pasar-pasar. Semenjak kemarin, pengecekan terus dilakukan. Tujuannya satu. Menghentikan peredaran bendera berlambang tengkorak itu.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Menurut Hendrawan, pengibaran bendera One Piece dapat dikategorikan sebagai makar. Tindakan itu dipandang mengancam kedaulatan negara. Namun, pendekatan yang diambil polisi berbeda. Ada kebijakan khusus. Polres tidak langsung menyita bendera jika ditemukan.
“Kita tidak akan menyita. Kita belii saja,” ujar Hendrawan.
Langkah ini diambil demi keadilan. Agar pedagang tidak merugi. Ini cara bijak di tengah penindakan tegas. Polisi tetap berhasil mencegah. Tanpa menimbulkan kerugian ekonomi. Penindakan dan pencegahan seiring jalan.
Namun, kabar baiknya adalah sejauh ini, belum ada kasus. Belum ada pengibaran bendera One Piece. Tidak ada pula penjual yang ditemukan. Kondisi di Parigi Moutong masih aman. Situasi masih terkendali.
Sebagai gantinya, Polres punya agenda lain. Mereka akan membagikan 500 bendera Merah Putih. Bendera-bendera ini dititipkan di tiap pos polisi. Warga bisa mengambilnya. Mengibarkan demi menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Artikel Terkait
Wabup Abdul Sahid Terima Dirjen Cipta Karya, Tanda Awal Pembangunan untuk Parigi Moutong
Kemenkum Sulteng Kawal Bawang Goreng Palu Raih Rekomendasi Indikasi Geografis dari DJKI
Bupati Parigi Moutong Terbitkan Edaran Wajib Salat Berjamaah Bagi ASN Muslim, Ini Poin Pentingnya
117 Kasus Malaria Muncul, Bupati Erwin Burase Tegas Instruksikan Penyelidikan Sumber Penularan di Parigi Moutong
Kembali ke Negara, KPK Sita Rp100,7 Miliar dari Siman Bahar, Tersangka Korupsi Pengolahan Anoda Logam