• Selasa, 21 Juli 2026

Detik-detik Menegangkan Patroli Gabungan di Tojo Una-Una, Tembakan Warnai Aksi Kejar-kejaran di Laut Demi Tangkap Pelaku Bom Ikan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 21:27 WIB
Aksi kejar-kejaran di laut Tojo Una-Una. Patroli gabungan lepaskan tembakan. Dua pelaku bom ikan ditangkap setelah mesin perahu mereka mati mendadak.
Aksi kejar-kejaran di laut Tojo Una-Una. Patroli gabungan lepaskan tembakan. Dua pelaku bom ikan ditangkap setelah mesin perahu mereka mati mendadak.

Sulawesitoday - Laut Tojo Una-Una mendadak amuk. Rabu siang, 6 Agustus 2025. Bukan karena badai. Tapi karena deru mesin yang saling berkejaran. Diwarnai tiga kali letusan senjata ke udara. Inilah detik-detik menegangkan patroli gabungan di Tojo Una-Una, saat memburu perusak laut.

Aksi kejar-kejaran di laut itu berakhir antiklimaks. Bagi para pelaku. Dua terduga pelaku bom ikan berhasil diringkus. Tiga lainnya menghilang ke daratan. Penangkapan ini terjadi di perairan Desa Kalia, Kecamatan Talatako.

Semua berawal dari kecurigaan. Tim patroli gabungan menyisir area itu. Tim ini terdiri dari Satpolairud Polres Touna. Bersama Dinas Perikanan setempat. Mereka melihat satu perahu. Penuh gelagat aneh.

Tim mendekat. Perahu itu langsung tancap gas. Pengejaran pun tak terhindarkan. Brigpol Atmajaya memberi sinyal. Tembakan peringatan. Tiga kali. Tapi mereka tdk peduli. Terus kabur. Laut menjadi panggung drama.

Lalu mesin itu mati. Tiba-tiba saja. Mungkin itu takdir laut. Perahu pelaku berhenti total. Momen emas bagi tim patroli. Mereka merapat. Cepat dan senyap. Dua orang tak bisa lagi berkutik.

Pelaku yang berhasil diamankan adalah Fdl dan Lkm alias Gugu. Keduanya warga Dusun 3 Desa Kabalutan. Sementara tiga rekannya, Rn, Frl, dan Fnd, memilih nekat. Mereka melompat. Berenang ke daratan pulau terdekat. Lolos dari sergapan.

Dari perahu pengkhianat itu, aparat menyita banyak bukti. Ada satu perahu tanpa warna. Satu mesin tempel Yamaha 40 PK. Selang sepanjang 200 meter. Tiga botol bom ikan yang masih aktif. Siap meledak. Ditambah tiga pasang kaki katak dan peralatan selam lain. Semua diamankan dalam satu boks ikan.

"Kami tidak akan pernah berhenti," kata Kasatpolairud Iptu Sodang Datuan, S.H. Sebuah penegasan. "Aksi ini bukti keseriusan kami memberantas ilegal fishing. Ini komitmen kami menjaga laut Tojo Una-Una."

Penangkapan ini bukan sekadar angka. Ini adalah pesan. Sangat jelas. Untuk mereka yang masih coba bermain api dengan ekosistem. Bahwa keadilan, terkadang, datang bersama deru ombak dan mesin patroli yang tak kenal lelah.

Baca Juga: Misteri Pelarian Jurist Tan, Eks Stafsus Nadiem Makarim yang Kini Berstatus Buronan

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini