Sulawesitoday - Pohon aren tua menyimpan rahasia kelam. Kerangka manusia ditemukan terkubur dalam batangnya. Lokasi penemuan di Dusun I Desa Pematang Ganjang menggemparkan warga.
Selasa kemarin, 9 September 2025, temuan mengejutkan mengguncang Kecamatan Sei Rampah. Warga menemukan kerangka lengkap. Posisinya tersembunyi dalam rongga pohon aren berusia puluhan tahun.
"Ada kerangka di dalam pohon." Begitu laporan pertama sampai ke Polsek Firdaus. Kapolsek AKP Ahmad Albar langsung turun ke lokasi. Tim forensik segera diturunkan untuk investigasi mendalam.
Barang bukti ikut ditemukan bersama kerangka. Celana panjang hitam masih melekat di tulang. Baju biru bertuliskan 'justrun' dalam kondisi rusak. Handphone Nokia dan gelang aluminium silver melengkapi temuan.
Seorang warga sekitar datang menghampiri petugas. Dia mengaku anaknya hilang sejak 2 tahun silam. "Anak saya pergi, tidak pernah pulang," ungkap warga kepada polisi. Lokasinya persis di dekat pohon aren tersebut.
Keluarga korban mengidentifikasi pakaian yang ditemukan. "Bajunya mirip yang biasa dipakai adiknya," kata saudara perempuan korban. Celana hitam juga sesuai dengan yang terakhir dikenakan. Namun identitas pasti masih menunggu hasil tes DNA.
Iptu LB Manullang dari Polres Sergai menjelaskan kronologi penemuan. Warga yang sedang mencari kayu bakar menemukan keanehan. Rongga pohon aren terlihat tidak wajar. Setelah diselidiki, kerangka manusia tampak jelas di dalamnya.
Korban diduga laki-laki kelahiran sekitar 2002. Usianya diperkirakan 23 tahun saat hilang. Keluarga sudah melaporkan kehilangan ke polisi dua tahun lalu. Pencarian dilakukan intensif, namun tidak membuahkan hasil.
Proses identifikasi melalui DNA kini menjadi kunci. Sampel tulang sudah dikirim ke laboratorium forensik. Hasilnya diperkirakan keluar dalam dua minggu ke depan. "Kami tunggu hasil lab untuk memastikan identitas," tegas AKP Ahmad Albar.
Pohon aren tempat penemuan kini menjadi saksi bisu. Tingginya mencapai 15 meter dengan diameter batang 80 sentimeter. Rongga dalam batang cukup besar menampung tubuh manusia. Kondisi tanah di sekitarnya relatif kering dan keras.
Warga Desa Pematang Ganjang mulai gelisah. Mereka bertanya-tanya bagaimana kerangka bisa masuk ke dalam pohon. Apakah korban meninggal alamiah atau ada unsur pidana. Polisi masih menyelidiki berbagai kemungkinan.
Tim forensik menemukan indikasi awal yang menarik. Posisi kerangka dalam pohon terlihat tidak alamiah. Ada kemungkinan tubuh sengaja dimasukkan setelah kematian. Namun hipotesis ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Keluarga korban berharap misteri segera terbongkar. Mereka ingin kepastian nasib anaknya yang hilang. "Selama ini kami hanya bisa berdoa," ungkap ayah korban dengan mata berkaca-kaca. Proses hukum akan dilanjutkan sesuai hasil identifikasi.
Kasus ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Pohon-pohon besar dengan rongga perlu diperiksa secara berkala. Siapa tahu masih ada misteri serupa yang tersembunyi di pedalaman Sumatera Utara.
Artikel Terkait
Gaji Rp18,6 Juta Plus Fasilitas Mewah Menanti Pengganti Dito Ariotedjo di Kursi Menpora
Pemilik Uhud Tour Khalid Basalamah Mengaku Korban Usai Diperiksa KPK 7 Jam
DPR Buka Ruang Digital untuk Pengawalan RUU Perampasan Aset: YouTube Jadi Jendela Transparansi Legislatif
Terungkap Motif Sadis Mutilasi 76 Potongan Tubuh Mahasiswi di Mojokerto, Pelaku Mantan Jagal Hewan Terancam Hukuman Mati
Konstruksi Rapuh Berujung Tragedi, Puluhan Siswa SMKN 1 Cileungsi Terluka Akibat Atap Roboh