• Selasa, 21 Juli 2026

Sandra Dewi Tempuh Jalur Hukum Lawan Penyitaan Aset Milyaran Rupiah

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 21:38 WIB
Sandra Dewi gugat penyitaan aset di kasus korupsi Harvey Moeis. Klaim 88 tas branded dan deposito Rp33 M hasil endorsement sah.
Sandra Dewi gugat penyitaan aset di kasus korupsi Harvey Moeis. Klaim 88 tas branded dan deposito Rp33 M hasil endorsement sah.

"Tahun 2014, ada lebih dari 23 toko. Mereka beri tas untuk promosi. Saya posting di media sosial. Ini sudah berjalan sepuluh tahun," ujar Sandra di depan majelis hakim.

Namun ada celah yang mencurigakan. Kerja sama itu tidak tertulis. Tidak ada kontrak resmi. Hanya berdasarkan unggahan di akun Instagram yang memiliki jutaan pengikut. Bukti dokumentasi hanya foto-foto di media sosial.

Apakah itu cukup untuk membuktikan? Pengacara Sandra berharap majelis hakim mempertimbangkan aktivitas endorsement sebagai pekerjaan sah. Bukan hasil tindak pidana.

Tapi di sisi lain, jaksa penuntut umum meragukan klaim itu. Bagaimana mungkin puluhan tas mewah senilai miliaran rupiah diberikan tanpa kontrak tertulis? Bukankah itu tidak lazim dalam dunia bisnis?

Pertanyaan itu menggantung. Jawaban masih menunggu pembuktian lebih lanjut.

  • Konteks Kasus Korupsi Harvey Moeis yang Merugikan Negara Ratusan Triliun

Harvey Moeis divonis 20 tahun penjara. Denda Rp1 miliar. Uang pengganti Rp420 miliar. Keputusan dijatuhkan dalam kasus korupsi perdagangan timah yang merugikan negara Rp300 triliun.

Angka kerugian itu bukan main-main. Setara dengan anggaran pembangunan infrastruktur satu provinsi. Atau subsidi kesehatan jutaan rakyat kecil. Kejahatan ini, menurut jaksa, terstruktur dan sistematis. Melibatkan banyak pihak.

Harvey disebut sebagai salah satu aktor kunci. Ia diduga memanfaatkan posisinya untuk memperkaya diri. Caranya? Manipulasi izin ekspor, penggelapan pajak, hingga pencucian uang. Modus yang rapi dan terencana.

Kini, aset keluarga menjadi sasaran penyitaan. Untuk menutup kerugian negara. Termasuk aset atas nama Sandra Dewi. Meski sang istri mengklaim tidak tahu apa-apa.

Publik terpolarisasi. Ada yang simpati pada Sandra. Ada pula yang skeptis. Bagaimana mungkin seorang istri tidak tahu suaminya berbuat kotor? Apalagi dengan nilai kejahatan sebesar itu?

  • Putusan Menentukan Nasib Aset Sandra

Hingga kini, putusan belum dijatuhkan. Sidang keberatan masih berlanjut. Pembuktian terus dilakukan. Baik dari pihak Sandra maupun kejaksaan.

Jika Sandra menang, aset dikembalikan. Tas-tas branded, deposito miliaran, hingga kendaraan mewah kembali ke tangannya. Ia akan bebas dari jerat hukum. Dan terus menjalani kehidupan glamornya.

Tapi jika kalah? Semua dirampas negara. Untuk menutup kerugian yang ditimbulkan Harvey. Sandra harus merelakan harta yang diklaim sebagai hasil keringat sendiri.

Pertanyaan besarnya: apakah dalih pisah harta dan pihak ketiga beritikad baik cukup kuat? Atau hanya strategi hukum untuk menyelamatkan aset dari penyitaan?

Hukum akan menjawab. Publik tinggal menunggu. Dalam kasus sebesar ini, keadilan bukan soal siapa yang lebih kuat. Melainkan siapa yang punya bukti lebih meyakinkan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini