• Kamis, 4 Juni 2026

Ketua Ormas Tuding DJ Donny Rekayasa Teror untuk Jebak Pemerintah

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 2 Januari 2026 | 20:51 WIB

Sulawesitoday - Saat publik menaruh simpati, seorang pengacara justru melontarkan tudingan keras. Firdaus Oiwobo, ketua Organisasi Kemasyarakatan Ternak Mulyono (Termul), menilai aksi teror bom molotov yang menimpa influencer Ramond Donny Adam alias DJ Donny hanyalah sandiwara politik belaka.

Alih-alih berempati, Firdaus malah menyebut Donny tengah bermain korban (*playing victim*). Tudingan itu ia sampaikan melalui unggahan video yang viral di Instagram @m.firdausoiwobo_sh pada Kamis, 1 Januari 2026.

"Donny, baru ngerasain diancam saja sudah koar-koar ke sana ke sini," cetus Firdaus. "Mulutmu fitnah memulu isinya."

Pengacara itu bahkan mencurigai adanya motif politik terselubung. Ia menuding laporan teror tersebut dirancang untuk menjebak pihak pemerintah.

"Anda jangan *playing victim*, bisa jadi itu rekayasa," ujar Firdaus. "Nanti menuduh satu orang di pemerintah, padahal itu rekayasa politik."

Kritik pedas itu muncul pasca Donny melaporkan aksi teror ke Polda Metro Jaya. Rumah influencer itu dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal pada Rabu, 31 Desember 2025.

Rekaman CCTV memperlihatkan dua pria melempar bom molotov di dini hari. Ledakan kecil terjadi, serpihan kaca berserakan di halaman rumah.

"Pecahan kaca dan pecahan bom molotovnya masih ada di rumah," kata Donny. "Belum saya apa-apain di TKP-nya, makanya saya mau lapor dulu."

Laporan terdaftar dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 31 Desember 2025. Terlapor dipersangkakan melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan/atau Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.

Teror bom molotov bukanlah ancaman pertama yang diterima Donny. Dua hari sebelumnya, pada Senin, 29 Desember 2025, ia menerima paket berisi bangkai ayam yang dipotong kepalanya.

Dalam paket itu terdapat ancaman tertulis: "Kalau kamu masih berbicara, jaga ucapanmu di sosial media." Foto Donny dengan leher teriris juga disertakan dalam paket tersebut.

"Dan ada foto saya, terus di leher saya dikayak diiris gitu, dipotong," beber Donny. Ia menilai ancaman itu sudah melampaui batas privasi pribadi dan mengancam keamanan keluarga serta lingkungan sekitar.

Merespons aksi teror, Donny justru melontarkan pernyataan menohok kepada pelaku. Melalui unggahan Instagram pribadinya @dj_donny pada Jumat, 2 Januari 2026, ia menyebut peneror masih amatir.

"Untuk orang yang melempar bom molotov, lebih baik belajar lagi," ungkapnya. "Sudah gitu, habis lempar bom, mereka lari seperti dikejar anjing seperti bocil."

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini