• Kamis, 4 Juni 2026

Emak-Emak Viral Terciduk Curi Uang Panai di Pernikahan, Sebelumnya Tertangkap Jadi Penadah Curanmor di Pinrang, Sulawesi Selatan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 21 September 2024 | 14:49 WIB
Emak-emak di Pinrang viral usai mencuri uang panai di pernikahan. Dia juga residivis curanmor lintas provinsi. Bagaimana kisah lengkapnya? #Viral #Kriminal (Nur Rafiqa)
Emak-emak di Pinrang viral usai mencuri uang panai di pernikahan. Dia juga residivis curanmor lintas provinsi. Bagaimana kisah lengkapnya? #Viral #Kriminal (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Siapa yang menyangka, sebuah acara pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan bisa mendadak kacau karena ulah tamu tak diundang? Di Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, seorang emak-emak ketahuan mencuri sisa uang panai—sejenis mahar dalam adat Bugis—di sebuah pesta pernikahan pada Kamis, 19 September 2024. Kejadian ini sontak bikin heboh. Kepala Desa Wiringtasi, Andi Abbas, mengonfirmasi bahwa ibu-ibu tersebut menyelinap sebagai tamu dan mencuri uang yang disimpan di lemari.

"Kemungkinan dicungkil karena ada bekas cungkilan di lemarinya," ujar Abbas, menggambarkan betapa nekatnya aksi ini.

Meski mungkin terdengar seperti adegan di sinetron, kenyataannya lebih dramatis. Sang pelaku nyaris dimassa oleh warga yang geram. Untungnya, keluarga pengantin cepat tanggap dan langsung mengamankan emak-emak tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pihak kepolisian pun segera dipanggil untuk menangani kasus ini.

Baca Juga: Kasus Tahanan Meninggal di Sel Polisi, Terbaru di Kota Palu, Kekerasan atau Kelalaian? Keluarga Meminta Keadilan untuk Korban Seperti Oki dan BA

"Sudah ditangani pihak berwenang," tambah Abbas. Belum jelas berapa banyak uang yang diambil, namun insiden ini cukup membuat warga setempat terperangah. Emang nggak disangka, ya, ada yang berani mencuri di acara pernikahan!

Namun, tunggu dulu, ini bukan pertama kalinya emak-emak di Pinrang bikin geger. Hanya beberapa hari sebelumnya, Unit Resmob Polda Sulawesi Selatan bersama Polres Pinrang berhasil menangkap seorang emak-emak berinisial H yang terlibat dalam jaringan pencurian sepeda motor lintas provinsi.

"Pelaku ini residivis, spesialis curanmor. Setelah mencuri motor, dia bawa ke Makassar, diserahkan ke perempuan yang kita amankan," ungkap Aiptu M Arsyad Samosir, Dantim I Resmob Polda Sulsel.

Rumah pelaku terletak di Jl Tinumbu, Makassar, dan saat penggerebekan, polisi harus memanjat pagar untuk bisa masuk ke dalam halaman rumahnya yang terletak di gang sempit. Drama banget!

Modus operandi komplotan ini memang licin. Setelah motor dicuri, surat-surat kendaraan dipalsukan dan sepeda motor dikirim secara bertahap ke Papua. Tujuannya? Untuk dijual di sana. Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan belasan motor hasil curian yang belum sempat dikirim.

“Barang bukti yang kita amankan termasuk kendaraan roda dua yang sudah siap dipasarkan ke Papua,” tambah Arsyad. Yang lebih mengejutkan, ini bukan aksi pertama mereka. Kelompok ini telah beroperasi di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam beberapa bulan terakhir.

Bukan hal yang biasa melihat seorang emak-emak terlibat dalam kejahatan semacam ini. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua pelaku kejahatan itu laki-laki. Perempuan juga bisa memiliki peran besar, baik sebagai eksekutor maupun penadah. Ini bukan cuma soal gender, tapi soal motivasi dan kesempatan. Dan dalam kasus ini, sepertinya pelaku melihat kesempatan yang sayangnya salah dimanfaatkan.

Aksi pencurian di acara pernikahan dan keterlibatan dalam jaringan curanmor lintas provinsi adalah dua hal yang jelas-jelas melanggar hukum, dan konsekuensinya tidak main-main. Saat ini, pelaku dan barang bukti telah dibawa ke Polres Pinrang untuk proses hukum lebih lanjut. Publik tentu berharap agar kasus ini bisa segera diungkap tuntas dan memberikan efek jera, bukan cuma bagi pelaku tapi juga bagi mereka yang mungkin berniat melakukan hal serupa.

Bagaimana bisa seseorang berpikir untuk mencuri uang panai di tengah perayaan pernikahan? Mungkin ini salah satu bentuk desperation yang muncul dari situasi ekonomi yang sulit, atau bisa juga sekadar niat jahat yang memang ada dari awal. Apa pun alasannya, tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kejadian ini sekaligus mengingatkan kita bahwa keamanan acara besar seperti pernikahan juga perlu diperhatikan. Mungkin sudah saatnya menambah pengawasan ekstra, terutama jika ada banyak tamu yang tak dikenal.

Dari sisi lain, aksi pelaku dalam jaringan curanmor menunjukkan betapa terorganisirnya kelompok-kelompok ini. Tidak hanya mencuri, tetapi juga memalsukan surat-surat kendaraan dan mengirimkannya ke wilayah lain. Ini bukan sekadar kejahatan biasa, tapi sudah masuk kategori kejahatan terorganisir. Dan ketika perempuan seperti H terlibat, ada pertanyaan besar tentang peran gender dalam dunia kejahatan yang selama ini lebih sering didominasi laki-laki.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini