Sulawesitoday - Di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sebuah insiden mengejutkan melibatkan seorang pria berinisial JF (22) yang menusuk ibunya sendiri, AS (61), dengan jarum suntik hanya karena tidak diberi uang. Aksi ini terjadi pada Jumat sore, 15 November, di rumah mereka.
Kasus ini bukan sekadar insiden kekerasan biasa, tetapi cerminan nyata betapa krisis keluarga bisa menghancurkan hubungan yang paling mendasar.
Baca Juga: 11 Ribu Akun Higgs Domino Terbongkar: Operasi Judi Online dengan Cuan Rp 60 Juta per Bulan
Menurut keterangan polisi, amarah JF memuncak setelah permintaannya untuk mendapatkan uang ditolak. Tidak hanya menusuk, pelaku sebelumnya melempar gelas ke dinding dan bahkan melayangkan kursi ke arah ibunya. Ini bukan sekadar ledakan emosi, tetapi sebuah tindakan yang meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam bagi korban.
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Muh Althof Zainudin, menyebutkan, "Penolakan ibunya yang mengaku tidak memiliki uang menjadi pemicu utama aksi kekerasan tersebut."
Baca Juga: Barang Bukti di Tangan! Polisi Pastikan Jessica Sollu Jadi Korban Kekerasan Brutal
Pelaku akhirnya ditangkap di Dusun Sabbang Loang, Desa Sassa, Kecamatan Baebunta, pada Senin (18/11). Dalam operasi ini, tim Resmob Polres Luwu Utara berhasil mengamankan JF tanpa perlawanan. Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan korban yang merasa ketakutan atas ancaman dari anak kandungnya sendiri.
Yang paling memprihatinkan adalah dampak psikologis yang ditimbulkan. "Korban mengalami trauma berat," ujar Althof. Trauma ini menjadi pengingat bahwa luka psikologis sering kali lebih sulit disembuhkan dibandingkan luka fisik.
Baca Juga: Setelah Pencarian Intensif, Korban Kedua di Ogomojolo Akhirnya Ditemukan
Kasus ini juga memicu diskusi lebih luas tentang pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga serta kebutuhan untuk memahami dan menangani emosi secara sehat.
Sementara JF kini ditahan dan menghadapi proses hukum, pertanyaan yang lebih besar tetap menggantung: apa yang membuat hubungan keluarga menjadi begitu rapuh hingga tindakan seperti ini bisa terjadi?
Baca Juga: Diduga Keracunan Minuman, 4 Siswa SDN 2 Suwawa Dilarikan ke Puskesmas
Kasus ini mungkin menjadi cerminan dari tekanan ekonomi, kurangnya edukasi emosional, atau bahkan masalah kesehatan mental yang belum terdeteksi.
Polisi berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Sebagaimana disampaikan oleh AKP Althof, "Kami akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Semoga ini menjadi pengingat untuk selalu menjaga keharmonisan dalam keluarga."
Artikel Terkait
Dari Aspirasi Jadi Komitmen, Pasangan BERAMAL Gaet Dukungan Massal di Kecamatan Moutong
Diduga Keracunan Minuman, 4 Siswa SDN 2 Suwawa Dilarikan ke Puskesmas
Setelah Pencarian Intensif, Korban Kedua di Ogomojolo Akhirnya Ditemukan
Barang Bukti di Tangan! Polisi Pastikan Jessica Sollu Jadi Korban Kekerasan Brutal
11 Ribu Akun Higgs Domino Terbongkar: Operasi Judi Online dengan Cuan Rp 60 Juta per Bulan