• Rabu, 22 Juli 2026

Menkomdigi dan Pakar IT Tepis Klaim Mr Bert tentang Keamanan Bank

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Jumat, 27 Desember 2024 | 18:47 WIB
Publik dihebohkan tudingan ransomware di BRI oleh selebgram. Pakar dan pemerintah tepis klaim. Cari tahu faktanya di sini!
Publik dihebohkan tudingan ransomware di BRI oleh selebgram. Pakar dan pemerintah tepis klaim. Cari tahu faktanya di sini!

Sulawesitoday - Kabar tentang dugaan serangan Bashe Ransomware ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyedot perhatian publik. Narasi ini mencuat setelah seorang selebgram, Mr Bert, mengunggah tuduhan tersebut di akun Instagram pribadinya. Namun, fakta-fakta yang terkuak justru mengaburkan kebenaran dari klaim ini.

Mr Bert menyebut bahwa BRI telah menjadi korban ransomware. Ia bahkan mengklaim memiliki data penting, termasuk ribuan password internal, yang menunjukkan kelemahan sistem keamanan bank tersebut.

"Saya bawa data, dengan ribuan password internal dari Bank BRI," tegasnya dalam unggahannya pada 19 Desember 2024. Tuduhan ini tentu memicu kekhawatiran di kalangan nasabah BRI.

Namun, tuduhan tersebut segera dibantah oleh berbagai pihak, termasuk Teguh Aprianto, seorang konsultan keamanan siber. Teguh menilai data yang diklaim sebagai hasil serangan ransomware tidak meyakinkan. Dalam akun X miliknya, ia menyebut bahwa data yang dipublikasikan oleh kelompok Bashe sebenarnya adalah dokumen yang sudah tersedia di platform ScribD dan PDFCoffee. “Mari tepuk tangan untuk Bashe, grup ransomware terkocak sepanjang masa,” sindirnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hingga batas waktu pembayaran tebusan berlalu, tidak ada indikasi serius bahwa BRI benar-benar terkena dampak. Sistem operasional bank tetap berjalan normal, termasuk layanan mobile banking yang digunakan jutaan nasabah setiap hari. Fakta ini memperkuat pandangan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga turut angkat bicara. Dalam sebuah acara di Jakarta, ia menegaskan bahwa tidak ada serangan ransomware atau kebocoran data yang menargetkan sektor perbankan, termasuk BRI. Menurutnya, pemerintah melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah memastikan keamanan sistem BRI. “Sejauh ini, tidak ada peretasan yang terjadi. Kami telah melakukan koordinasi dengan BSSN,” ujarnya.

Di sisi lain, Meutya mengimbau masyarakat agar lebih kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial. Ia menyarankan untuk mengandalkan media massa yang kredibel sebagai sumber informasi. “Kita harus melihat media mainstream untuk memastikan kebenaran suatu informasi,” tambahnya.

Tudingan serupa dari Mr Bert sebelumnya juga pernah menciptakan kehebohan. Pada November 2024, ia menyebut sistem INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) telah diretas, sehingga data sidik jari dan identitas ibu kandung masyarakat Indonesia bocor. Pernyataan ini langsung dibantah oleh Alfons Tanujaya, seorang spesialis keamanan teknologi.

Alfons menjelaskan bahwa meskipun data tersebut benar bocor, tidak ada risiko signifikan terhadap rekening bank atau dana masyarakat tanpa pengambilalihan kredensial dan OTP. "Tanpa akses ke kredensial dan OTP, pengambilalihan dana tidak mungkin terjadi," jelasnya. Pernyataan ini sekaligus membantah klaim Mr Bert yang menyebut kebocoran tersebut memungkinkan pengambilalihan rekening secara masif.

Isu keamanan siber seperti ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak. Meski tuduhan Mr Bert terbukti tidak berdasar, kasus ini menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Informasi yang tidak akurat dapat memicu keresahan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penting.

Kredibilitas sebuah informasi tidak hanya bergantung pada siapa yang menyampaikan, tetapi juga pada bukti yang menyertainya. Dalam kasus ini, klaim yang tidak divalidasi oleh bukti konkret akhirnya kehilangan kekuatan. Pemerintah, media, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan informasi yang beredar memiliki dasar yang jelas.

Kepada pembaca, penting untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi dramatis di media sosial. Verifikasi adalah kunci. Pastikan informasi yang Anda terima berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Dengan begitu, kita dapat mencegah kekhawatiran yang tidak perlu.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana tuduhan Mr Bert menuai reaksi, Anda dapat membaca artikel di Dituding Buzzer, Mr Bert Diserbu Netizen Usai Sebar Klaim Ransomware BRI.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini