• Selasa, 21 Juli 2026

Undangan Pernikahan Hingga Tawaran Kerja, Begini Modus Penipuan di WhatsApp

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Kamis, 26 Desember 2024 | 20:08 WIB
Pelajari 9 modus penipuan WhatsApp yang sering terjadi dan cara menghindarinya. Jangan biarkan data Anda dicuri dan merigikan anda.
Pelajari 9 modus penipuan WhatsApp yang sering terjadi dan cara menghindarinya. Jangan biarkan data Anda dicuri dan merigikan anda.

Sulawesitoday - Penipuan melalui WhatsApp semakin merajalela. Modusnya pun beragam, sering kali mengecoh pengguna dengan kemasan yang terlihat meyakinkan. Sebagai pengguna aktif, penting bagi Anda untuk memahami teknik yang digunakan pelaku untuk melindungi diri dari ancaman ini.

Salah satu modus yang cukup umum adalah pengumuman dari bank. Pelaku mengaku sebagai perwakilan bank, memberikan informasi tentang undian atau pembaruan data. Dengan alasan ini, korban diminta untuk memberikan informasi pribadi atau mengklik tautan berbahaya. Sekali klik, data Anda bisa dicuri dalam sekejap.

Jangan Tertipu File APK

Modus penipuan lainnya melibatkan pengiriman file APK. Pernah menerima pesan tentang "foto paket" dari kurir yang tidak Anda kenal? Waspadalah! Ini salah satu trik lama yang masih sering digunakan. Saat file tersebut diunduh, data pribadi Anda bisa diakses tanpa izin.

Hal serupa terjadi pada undangan pernikahan palsu dan tagihan PLN palsu. Semua ini bertujuan sama: mencuri informasi penting Anda.

Penawaran kerja dengan gaji besar juga tak kalah menyesatkan. Pelaku memanfaatkan harapan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, mengarahkan mereka ke tautan palsu yang akhirnya merugikan.

Baca Juga: Pesan Terbaca Tanpa Sepengetahuan Anda? Waspadai Tanda Penyadapan WhatsApp

Penipuan Emosional

Penipu juga pandai bermain dengan emosi. Mereka bisa berpura-pura sebagai teman atau kerabat Anda yang meminta bantuan finansial. Biasanya, mereka menggunakan foto dan informasi orang yang Anda kenal untuk meyakinkan Anda. Modus ini cukup efektif karena menyerang sisi emosional korban.

Yang lebih parah, modus undangan video call sex (VCS) kerap digunakan untuk memeras korban. Setelah merekam aktivitas korban, pelaku mengancam untuk menyebarkan rekaman tersebut jika permintaan mereka tidak dipenuhi.

Bahaya Kode OTP dan QR Code

Kode OTP (One-Time Password) yang biasanya digunakan untuk verifikasi transaksi juga menjadi sasaran empuk. Penipu berpura-pura salah memasukkan nomor telepon dan meminta Anda memberikan kode tersebut. Padahal, kode ini seharusnya bersifat rahasia.

Penipuan dengan QR code atau yang dikenal sebagai quishing juga semakin marak. Korban diarahkan untuk memindai kode yang membawa mereka ke situs web palsu. Di sana, informasi pribadi mereka dicuri tanpa disadari. Jangan pernah memindai QR code dari sumber yang tidak dikenal.

Bagaimana Melindungi Diri?

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini